Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 17 Feb 2021 06:43 WIB

TRAVEL NEWS

Februari 2021, Dua Rute Domestik Indonesia Masuk yang Tersibuk di Dunia

Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, tidak mengurungkan warga untuk memakai jasa penerbangan. Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, terlihat tetap ramai.
Ilustrasi Bandara Soekarno Hatta (Rengga Sancaya/detikTravel)
Jakarta -

Perlahan, penerbangan domestik di Indonesia mulai kembali pulih. Itu dibuktikan dengan masuknya dua rute domestik Indonesia masuk 10 rute tersibuk.

Data itu didapatkan dari survei terbaru lembaga analisis penerbangan global OAG yang berbasis di Inggris di bulan Februari 2021. Seperti dilihat detikTravel dari situs resminya, Rabu (17/2/2021), ada dua rute penerbangan domestik Indonesia yang masuk 10 besar rute penerbangan tersibuk dunia.

Di peringkat pertama, ada penerbangan dari Bandara Internasional Jeju menuju Bandara Gimpo Seoul di Korea Selatan yang disebut tersibuk di dunia untuk rute domestik di bulan Februari 2021.

Di peringkat kedua disusul oleh penerbangan domestik dari Bandara Hanoi ke Ho Chi Minh di Vietnam, Bandara Chitose Sapporo ke Haneda Tokyo dan Bandara Fukuoka ke Haneda Tokyo di Jepang.

Kemudian, peringkat kelima ditempati oleh Arab Saudi dengan rute penerbangan domestik dari Jeddah ke Riyadh. Indonesia sendiri masuk ke peringkat ketujuh dan kesembilan rute domestik tersibuk.

Rute domestik tersibuk di Indonesia adalah dari Jakarta ke Bandara Kualanamu Medan, serta dari Jakarta ke Makassar. Itulah dua rute tersibuk penerbangan domestik Indonesia di bulan Februari 2021 ini.

Detailnya, rute Jakarta - Kualanamu Medan memiliki kapasitas kursi penerbangan mencapai 382.975 kursi. Rute lainnya Jakarta - Makassar yang ada di peringkat kesembilan memiliki ketersediaan kursi penerbangan sebanyak 370.931 penerbangan.

Itu juga diapresiasi oleh Presiden Director AP II Muhammad Awaluddin. Dalam rilis dari Angkasa Pura II yang diterima detikTravel, ia mengatakan bahwa riset OAG ini menandakan bahwa perseroan dan stakeholder lainnya mampu menjaga aktivitas operasional di Bandara Soekarno-Hatta dengan baik.

Khususnya di tengah pandemi Covid-19, sehingga dapat tetap mendukung aktivitas dan konektivitas udara di Indonesia.

"Tingginya kapasitas kursi penerbangan menandakan adanya permintaan yang juga berarti bahwa stakeholder mampu menjaga konektivitas udara dan operasional di Bandara Soekarno-Hatta," ujar Awaluddin.



Simak Video "Wus! Nggak Usah Takut Macet, ke Bandara Kini Bisa Naik 'Taksi Terbang'"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA