Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Mar 2021 19:55 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Gunung Sinabung, Sempat Tidur Panjang Selama Ratusan Tahun

Erupsi Gunung Sinabung sore ini (dok. situs Magma Indonesia ESDM)
Foto: Erupsi Gunung Sinabung (dok. situs Magma Indonesia ESDM)
Jakarta -

Sinabung menjadi pemandangan alam yang indah dipandang. Namun sayangnya, gunung tersebut kini beberapa kali mengalami erupsi.

Gunung Sinabung terletak di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sinabung dan Gunung Sibayak yang terletak di dekatnya merupakan dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara.

Dikumpulkan detik Travel dari berbagai sumber, Sinabung memiliki tinggi 2.460 mdpl. Gunung ini mulai mengalami erupsi kembali tanggal 29 Agustus 2010 setelah beratus-ratus tahun tidak memiliki tanda-tanda aktif.

'Tidur' panjang sejak abad 17, Gunung Sinabung saat itu digolongkan bertipe B. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, tipe B adalah gunung api yang tidak memiliki karakter meletus secara magnetik. Namun setelah meletus pada pukul 00.10 pada 29 Agustus 2010, tipe gunung tersebut berubah menjadi a dengan status awas, mengutip detik news pada 29 Agustus 2010.

Semenjak kejadian tersebut, Gunung Sinabung pun erupsi beberapa kali, seperti yang terjadi pada 7 September 2010. Letusan bahkan diawali dengan gempa-gempa dangkal pada tanggal 6 September pada pukul 21.00.

Tiga tahun kemudian, Gunung Sinabung juga meletus. Hingga 18 September 2013, terjadi 4 kali letusan. Pada (15/9) letusan mengeluarkan sedikit material lahar dan abu vulkanik. Sedangkan pada (17/9) material yang dikeluarkan memuntahkan asap hitam yang lebih tebal.

Sinabung terus mengalami erupsi, hingga yang baru saja terjadi pada 2 Maret 2021 pada pukul 06.42. Tinggi kolom abu mencapai 1,4 km dari atas Gunung Sinabung. BPBD menyebut ada 13 awan panas luncuran yang terjadi di Gunung Sinabung pada pagi hari.

Dahulu, Sinabung menjadi salah satu gunung favorit bagi pendaki di Sumatera Utara karena pemandangannya yang menawan. Di kaki gunung juga terdapat satu danau cantik bernama Lau Kawar.

Akan tetapi sejak meletus pada Agustus 2010, kondisinya pun berbahaya bagi pendaki. Wisatawan mungkin hanya bisa melihat keindahannya dari Bukit Gundaling dan Gunung Sibayak.



Simak Video "Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 3 Km ke Arah Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA