Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Mar 2021 05:03 WIB

TRAVEL NEWS

Australia Tutup Perbatasan (Lagi) Hingga 3 Bulan ke Depan

SYDNEY, AUSTRALIA - NOVEMBER 11: A general view is seen of poppies projected onto the sails of the Opera House on November 11, 2020 in Sydney, Australia. Remembrance Day 2020 marks 102 years since the Armistice that ended the First World War on 11 November 1918. Almost 62,000 Australians died fighting in four years of global conflict. On this day Australians observe one minutes silence at 11 am to honour those who have served and those who have died in war and on peacekeeping and humanitarian operations. (Photo by Jenny Evans/Getty Images)
Foto: Ilustrasi Australia (Getty Images/Jenny Evans)
Sydney -

Traveler yang berharap traveling ke Australia dalam waktu dekat sepertinya harus gigit jari. Otoritas Australia memperpanjang penutupan hingga 3 bulan ke depan.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt, mengumumkan bahwa negaranya akan memperpanjang larangan berpergian bagi traveler internasional selama 3 bulan ke depan. Larangan tersebut dia namakan sebagai 'Human Biosecurity Emergency Period'.

Seharusnya larangan berpergian bagi traveler internasional di Australia akan berakhir pada 17 Maret mendatang, tetapi Greg memperpanjang larangan tersebut sampai tanggal 17 Juni mendatang.

"Situasi COVID-19 di luar negeri terus memberikan resiko ancaman bagi kesehatan masyarakat Australia, termasuk jenis baru yang sangat mudah ditularkan," ungkap Hunt, seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (6/3/2021).

Dengan alasan itu, Hunt akhirnya mengambil kebijakan memperpanjang penutupan pintu perbatasan bagi turis asing yang akan masuk ke Australia selama 3 bulan ke depan.

"Perpanjangan periode darurat ini selama 3 bulan ke depan untuk memitigasi risiko keamanan dan kesehatan yang dihadapi semua orang," imbuhnya.

Selain memperpanjang penutupan perbatasan, Australia juga memperketat protokol kesehatan, termasuk di antaranya kewajiban tes COVID-19 dan memakai masker sebelum terbang bagi penerbangan internasional hingga melarang kapal pesiar sandar di Australia.

Meski perbatasan ditutup, tetapi penutupan itu tidak mutlak. Hunt mengatakan akan ada perubahan atau pengampunan jika ada situasi tertentu yang bisa menyebabkan kebijakan itu terjadi.

Berdasarkan laman resmi Departemen Kesehatan Australia, perbatasan negeri Kanguru itu ditutup untuk semua orang, kecuali bagi warga negara dan penduduk Australia, anggota keluarga dan sebagian traveler yang pernah tinggal di Selandia Baru selama 14 hari sebelum masuk ke Australia.



Simak Video "Dengan Suara Bergetar, PM Australia Kenang Tentaranya di Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA