Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 07 Mar 2021 13:24 WIB

TRAVEL NEWS

Selamat! Indonesia Tempati Urutan Kedua Vaksinasi Tercepat di ASEAN

CNBC Indonesia
detikTravel
Petugas vaksinator menyuntikan vaksin kepada para pengemudi taksi dan lansia saat dilakukannya pelaksanaan program vaksinasi pengemudi taksi Bluebird dan lansia (orang tua pengemudi) di Pool Bluebird Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (5/3/2021).
Foto: Ilustrasi vaksin (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Dunia tengah berlomba mengatasi pandemi dengan memberikan vaksinasi terhadap warga. Dalam hal ini, Indonesia menempati urutan kedua dalam vaksinasi tercepat di ASEAN.

Perlombaan vaksinasi tidak terelakkan karena vaksinasi menjadi kunci untuk memutus mata rantai pandemi, yang pada gilirannya akan kembali mempercepat laju perekonomian negara masing-masing. Sebab, nantinya tak akan ada lagi pembatasan sosial.

Tidak heran, vaksin yang baru dikembangkan kini mendapat izin edar darurat, agar bisa segera disempurnakan dan dipakai secara massal. Setidaknya ada lima vaksin yang populer digunakan: Pfizer (Amerika Serikat/AS), Sinovac (China), AstraZeneca (Eropa), Sputnik (Rusia), Novavax (AS), dan Johnson & Johnson (AS).

Di luar itu, ada vaksin Covax yang dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) untuk menekan efek egosentrisme negara maju dalam berebut vaksin. Terbaru, Italia memblokir pengiriman vaksin AstraZeneca-Oxford ke Australia.

Menurut laporan Reuters dan Financial Times pada Kamis (4/3/2021), perusahaan farmasi AstraZeneca meminta izin pengiriman vaksin dari pabriknya di Anagni Italia berjumlah 250.000 dosis. Namun, pemerintah Italia menolak permintaan tersebut.

Pemblokiran terjadi terkait kontrol sementara Uni Eropa atas ekspor vaksin Covid-19 yang dibuat di Benua Biru, menyusul tersendatnya pasokan vaksin AstraZeneca di sana. Manajemen AstraZeneca, sebagaimana diberitakan CNBC Internasional, menolak berkomentar mengenai itu.

Di tengah kompetisi demikian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis vaksinasi di Indonesia bisa selesai dalam 1 tahun. Dia memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mempercepat proses vaksinasi tersebut.

"Saya juga telah perintahkan proses vaksinasi kurang lebih kepada 181,5 juta rakyat Indonesia bisa diselesaikan sebelum akhir tahun 2021 ini," tuturnya beberapa waktu lalu dalam pernyataan resmi yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Antrean Vaksinasi Ribuan Pelajar SMP Gowa Timbulkan Kerumunan"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA