Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 07 Mar 2021 16:12 WIB

TRAVEL NEWS

Belum Usai Dihantam Pandemi, Wisata Bandung Barat Terancam B117

Whisnu Pradana
detikTravel
PAD sektor wisata Bandung Barat merosot 50 persen dampak pandemi
Ilustrasi objek wisata di Bandung Barat (Whisnu Pradana/detikTravel)
Bandung Barat -

Kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat masih sulit untuk bisa bangkit di tengah pandemi COVID-19 yang menghantam. Parahnya lagi, ancaman juga datang dari varian baru COVID-19 yakni B117 dari Inggris.

Akhirnya sektor pariwisata di Bandung Barat terutama Lembang akhirnya bakal makin terpuruk apabila pemerintah terus menelurkan kebijakan pembatasan pergerakan manusia demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Saat wisata tentunya akan ada pergerakan manusia secara masif. Tentu kalau kondisi pandemi bertahan lebih lama, otomatis wisata juga akan sulit kembali normal," ujar Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat David Oot saat dihubungi, Minggu (7/3/2021).

Berdasarkan catatan Disparbud Bandung Barat, selama tahun 2020 kunjungan wisatawan mengalami penurunan amat drastis mencapai 40 persen. Padahal pada tahun 2019 jumlah kunjungan ke objek wisata di Bandung Barat mencapai 6,7 juta pengunjung.

"Paling banyak destinasi wisata di Lembang ada 43 tempat tapi itu tidak berhasil menarik pengunjung. 2020 itu kita catat hanya 4 jutaan pengunjung," terangnya.

Sektor pariwisata sendiri menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat besar bagi Bandung Barat. Namun selama pandemi COVID-19 sektor wisata jadi tak mampu menyumbang banyak bagi pendapatan KBB.

Berdasarkan data Disparbud Bandung Barat, pada tahun 2019 tiga sektor utama pada pariwisata menyumbang PAD yang sangat menjanjikan.

Seperti sektor hotel yang mampu menyumbang Rp 18.069.667.988, restoran sebesar Rp 26.552.121.850, lalu sektor hiburan menyumbang Rp 4.324.793.294.

Namun pada tahun 2020 jumlah PAD dari pariwisata merosot lebih dari 50 persen. Catatannya hotel hanya mampu menyumbang Rp 9.892.119.987, restoran sebesar Rp 17.141.314.432, dan hiburan mencapai Rp 1.368.410.667

"Sektor pariwisata menyumbang PAD sangat besar. Tapi tahun 2020 itu menurun lebih dari 50 persen ketimbang 2019. Intinya sekarang kita harus memutar otak bagaimana menarik wisatawan tapi tak abai protokol kesehatan," katanya.

Harapan untuk membangkitkan kembali kunjungan wisata ke Bandung Barat yakni dengan program vaksinasi. Ada sekitar 850 pelaku pariwisata yang rencananya akan disuntik vaksin COVID-19.

"Salah satunya dengan vaksinasi, itu cara kita bisa kembali ke kehidupan yang sedikit normal tapi tetap dengan penerapan protokol kesehatan sangat ketat," tandasnya.



Simak Video "Kasus Pelemparan Batu Tewaskan Pemobil di Bandung Masih Buntu"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA