Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 14 Mar 2021 10:27 WIB

TRAVEL NEWS

Demi Keamanan Nasional, Negara Ini Larang Burqa untuk Perempuan

Bonauli
detikTravel
LONDON, ENGLAND - APRIL 11:  A woman wears an  Islamic niqab veil stands outside the French Embassy during a demonstration on April 11, 2011 in London, England. France has become the first country in Europe to ban the wearing of the veil and in Paris two women have been detained by police under the new law.  (Photo by Peter Macdiarmid/Getty Images)
Ilustrasii cadar (Getty Images)
Colombo -

Sri Lanka menjadi pembicaraan hangat karena kebijakan barunya. Demi melawan ekstrimis, Sri Lanka melarang perempuan memakai burqa.

Dilansir dari Reuters, Menteri Keamanan Publik Sri Lanka Sarath Weerasekera melarang penutup wajah penuh yang dipakai oleh beberapa perempuan muslim yang telah tinggal di sana. Larang ini dilakukan dengan alasan keamanan nasional.

"Dulu, perempuan dan gadis Muslim tidak pernah mengenakan burqa. Itu adalah tanda ekstremisme agama yang muncul baru-baru ini. Kami pasti akan melarangnya," kata Sarath.

Sarath mengakui bahwa dirinya telah meneken lembar persetujuan kabinet untuk melarang penutup wajah penuh alias burqa. Selain burqa, Sri Lanka juga berniat untuk menutup lebih dari 1.000 madrasah. Penutupan ini dilakukan terhadap madrasa yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan pendidikan nasional.

"Tidak ada yang bisa membuka sekolah dan mengajarkan apa pun yang Anda inginkan kepada anak-anak," ucap Sarath.

Sebenarnya kebijakan ini bukanlah yang pertama. Sri Lanka sebelumnya sempat melarang penggunaan burqa pada tahun 2019.

Ada asap, pasti ada api. Berkaca pada pengeboman gereja dan hotel oleh militan islam di sana, Sri Lanka kehilanagan 250 jiwa.

Setelah kejadian itu, Gotabaya Rajapaksa terpilih sebagai presiden dan menjanjikan tindakan keras terhadap ekstremisme.

Di masa pandemi ini, Sri Lanka juga menerapkan kebijakan baru untuk korban kasus Corona. Pemerintah Sri Lanka mengharuskan korban Covid-19 untuk dikremasi.

Namun, larangan tersebut dicabut awal 2020 karena menuai kritik dari Amerika Serikat (AS) dan kelompok pembela hak asasi manusia (HAM) internasional.

Diketahui, aturan yang mengharuskan orang meninggal karena Covid-19 bertentangan dengan salah satu ajaran Islam. Pasalnya, Islam mengajarkan menguburkan jenazah orang meninggal.



Simak Video "Dewan Muslim Sri Lanka soal Larangan Burkak: Ancam Hak Warga Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA