Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Mar 2021 16:38 WIB

TRAVEL NEWS

Dukung CHSE, Transaksi di Borobudur Pakai Sistem Nontunai

Eko Susanto
detikTravel
Biksu di Candi Borobudur
Candi Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang -

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) mendukung penuh implementasi transaksi nontunai di destinasi kelolaannya. Hal ini sebagai salah satu upaya dari penerapan protokol kesehatan di saat masa pandemi Corona.

Direktur Teknik dan Infrastruktur PT TWC, Mardijono Nugroho mengatakan, TWC sangat konsen terhadap protokol kesehatan yang ketat. Destinasi yang dikelolanya sudah mendapatkan penilaian sertifikat CHSE (cleanliness, health, safety dan environment) dari Kemenparekraf.

"Kami sangat concern terhadap protokol kesehatan. Dalam hal ini, destinasi kami sudah mendapat penilaian sertifikat CHSE dari Kemenparekraf. Kita dinilai terbaik dalam penerapan, bahkan menjadi contoh untuk penerapan protokol kesehatan ini," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (20/3/2021).

"Salah satu penerapan protokol ini adalah transaksi pembelian tiket masuk dengan nontunai. Hal ini telah kita lakukan untuk melindungi wisatawan dan juga pekerja kita," katanya.

Dalam sebuah acara yang diinisiasi oleh Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah yaitu salah satu kegiatan pengenalan dan penerapan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Bank Indonesia. Untuk itu, PT TWC sebagai perusahaan BUMN pengelola pariwisata berbasis cagar budaya turut mendukung penerapan QRIS ini.

"Kami mendukung penerapan QRIS ini untuk memudahkan masyarakat bertransaksi secara aman di objek wisata. Hal ini sejalan dengan mulai aktifnya kembali pariwisata seiring dengan proses vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah," kata dia.

Adapun untuk proses digitalisasi ini telah dilakukan PT TWC sejak tahun 2019 lalu. Selain itu, proses tiket yang sudah nontunai, PT TWC juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang di kawasan Candi Borobudur untuk melakukan transaksi nontunai. Kemudian, PT TWC berupaya meningkatkan digitalisasi di setiap proses kerja ini berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

"Upaya digitalisasi ini merupakan salah satu untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan. Mereka tidak lagi kontak dengan tiket, pokoknya langsung datang, langsung lihat. Semua aman dengan transaksi ini," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui PT TWC mengelola keberadaan destinasi Candi Borobudur, yang berada di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kemudian, juga mengelola Candi Prambanan dan Ratu Boko.



Simak Video "Pasca Erupsi Merapi, Terpal Penutup Borobudur Dibuka Kembali"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA