Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 25 Mar 2021 16:01 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenparekraf Minta Dana Hibah Pariwisata Rp 3,7 Triliun ke DPR

Wamenparekraf Angela Tanoe
Foto: Angela Tanoesudibjo (Putu Intan Raka Cinti/detikcom)
Jakarta -

Alokasi hibah pariwisata di tahun 2020 mencapai Rp 3,3 triliun dengan realisasi Rp 2,26 triliun. Tahun ini Kemenparekraf mengajukan hibah pariwisata sebesar Rp 3,7 triliun.

Dalam rapat dengan Komisi X DPR RI, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo merinci pengeluaran hibah pariwisata di tahun 2020. Di antara pelaku wisata yang menerima hibah yaitu hotel dan restoran.

"Sektor industri penerima yaitu sebanyak 6.818 hotel dan 7.625 restoran. Organisasi hibah pariwisata tahun 2020 terbagi dua, yaitu utama dan pendukung dimana Kementerian Keuangan sebagai kuasa pengguna anggaran, organisasi utama dan Kemenparekraf/Baparekraf sebagai executing agency," kata Angela.

Angela menuturkan bahwa evaluasi pariwisata di tahun 2020 yaitu kurangnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah dan perangkat di kabupaten/kota. Selain itu adalah ketidakseragaman penerapan PDUP di daerah.

Hibah pariwisataKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) usulkan hibah pariwisata sebesar Rp 3,7 triliun di tahun 2021Foto: (Kemenparekraf)

Dana hibah pariwisata ini pun masih dalam proses pengajuan melalui program PEN 2021, bagian program PEN Sektoral Kementerian atau Lembaga dukungan pariwisata.

Usulan dana hibah tersebut menggunakan data pajak hotel dan pajak hiburan pada tahun 2019, pajak penghasilan atau pajak pertambahan nilai yang masih menunggu data dari DJP Kemenkeu dan juga BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami tetap mengusulkan bahwa skema hibah tetap transfer langsung ke daerah dan saat ini kami sedang mengusulkan untuk menggunakan, pertama, data pajak hotel pajak restoran pajak hiburan tahun 2019, pajak penghasilan atau pajak pertambahan nilai 2019 untuk usaha BPW (Biro Perjalanan Wisata), ini masih menunggu data dari dan juga dari DJP Kemenkeu dan melalui BPJS Ketenagakerjaan," kata Angela.



Simak Video "Kabar Duka dari Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA