Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 28 Mar 2021 16:15 WIB

TRAVEL NEWS

Dongkrak Pariwisata, NTB Akan Sediakan Test Rapid Antigen Gratis

Sebanyak 54 pengungsi korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulbar, tiba di Solo. Para pengungsi pun menjalani rapid test antigen saat tiba di Bandara Adi Soemarmo
Ilustrasi rapid test antigen (Agung Mardika/detikTravel)
Lombok Tengah -

Pandemi Covid-19 juga memberi dampak pada wisata Lombok yang ikut sepi. Demi memulihkan pariwisata, Pemprov NTB berencana hadirkan test rapid antigen gratis.

Seperti Bali, pariwisata Lombok juga terdampak oleh pandemi. Tak sedikit tempat wisata di sana yang ikut sepi karena tiadanya turis asing hingga turis domestik.

Saat ini, Pemprov NTB tengah berusaha untuk membuat pariwisata Lombok kembali bergairah. Salah satunya adalah wacana untuk mengadakan test rapid antigen gratis.

"Kita sedang mempersiapkan NTB untuk free rapid antigen, mudah-mudahan sesegera mungkin. Karena kita produksi ya untuk rapid antigen itu di (laboratorium) Hepatika," ujar Kadispar NTB Lalu Moh. Faozal saat ditemui detikTravel di Mandalika, Sabtu siang (27/3/2021).

Kadispar NTBKadispar NTB Lalu Moh. Faozal (Randy/detikTravel)

Kabar terakhir, Universitas Mataram dengan Laboratorium Hepatika telah berhasil menciptakan rapid test antigen pada akhir bulan Februari lalu. Besar harapan Pemprov NTB, bahwa nantinya test rapid antigen Corona dapat diberikan secara cuma-cuma untuk meringankan beban traveler yang ingin berwisata di Lombok.

"Kalau itu kita sudah produksi dan bisa terpenuhi untuk daerah saya kira bisa free," ujarnya.

Selain itu, Faozal terus mendorong program vaksinasi untuk para pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif. Apabila banyak yang telah divaksin, tentunya sangat membantu untuk pemulihan wisata Lombok.

"Makanya vaksin kita dorong secepat mungkin untuk para pelaku pariwisata. Sesegera mungkin bisa selesai semua. Saya sudah menargetkan bukan Maret ini sudah hampir tiga atau empat ribu pelaku wisata sudah kita vaksin tahap 1, karena itu kuncinya dan destinasi harus CHSE," kata dia.



Simak Video "Bawa Parang ke Preman, Dirut Terminal Bakal Dipanggil Walkot Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA