Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Apr 2021 19:40 WIB

TRAVEL NEWS

Setahun Pandemi, Beijing Punya Orang Tajir Paling Banyak Sedunia

Femi Diah
detikTravel
wang fujiang street di Beijing
Wang Fujian Street di Beijing (Getty Images/Spondylolithesis)
Beijing -

Beijing bikin rekor saat pandemi virus Corona. Ibu kota China itu menjadi sarang orang kaya dengan memiliki miliuner paling banyak di dunia.

Pencapaian Beijing itu dicatatkan oleh majalah Forbes dan dikutip BBC, Jumat (9/4/2021). Pada tahun 2020 terdapat 67 miliuner di Beijing. Kini, berdasarkan catatan Forbes, jumlah orang kaya di Beijing melonjak menjadi 100 orang.

Dalam daftar itu, New York berada di peringkat kedua. Kota di Amerika Serikat itu memiliki 99 miliuner. New York konsisten berada di peringkat atas selama tujuh tahun terakhir.

Munculnya puluhan miliarder baru di Beijing diyakini berkaitan dengan tiga faktor penting, salah satunya kebijakan pemerintah China menerapkan karantina wilayah pada masa awal pandemi.

Dua pemicu lainnya adalah kemunculan banyak perusahaan teknologi dan pencapaian pasar modal.

People wearing face masks to help curb the spread of the coronavirus walk through commercial office buildings in Beijing, Monday, Jan. 4, 2021. Wary of another wave of infections, China is urging tens of millions of migrant workers to stay put during next month's Lunar New Year holiday, usually the world's largest annual human migration. (AP Photo/Andy Wong)Suasana kota Beijing (AP Photo/Andy Wong) Foto: AP/Andy Wong

Meski begitu, jika dikalkulasi, jumlah kekayaan miliuner Beijing kalah banyak dibandingkan total harta kekayaan para hartawan di New York.

Kekayaan miliuner Beijing memiliki selisih USD 80 miliar atau sekitar Rp 1.165 triliun dari miliarder New York.

Dalam catatan Forbes itu, warga Beijing terkaya adalah Zhang Yiming. Selain pendiri aplikasi video TikTok, dia juga menjabat pimpinan eksekutif ByteDance, perusahaan induk TikTok.

Dalam setahun terakhir, kekayaan Yiming bertambah hingga mencapai USD 35,6 miliar atau Rp 518 triliun.

Sementara di New York, status miliuner terkaya dipegang mantan wali kota mereka, Michael Bloomberg. Pengusaha yang pernah mencalonkan diri menjadi calon presiden AS itu memiliki lebih banyak harta ketimbang Yiming, sebesar USD 59 miliar (Rp 859 triliun).

Ledakan perdagangan elektronik China

Seperti yang juga terjadi di AS, raksasa teknologi China bertumbuh besar selama pandemi Covid-19. Pemicunya adalah semakin banyak orang yang berbelanja dan mencari hiburan secara daring.

Situasi itu turut meningkatkan kekayaan pribadi para pendiri dan pemegang saham perusahaan teknologi.

Apa yang akan dilakukan orang paling kaya di dunia dengan hartanya yang semakin banyak?

Setelah tiga bulan tutup, Palace Museum atau Forbidden City di Beijing dibuka kembali mulai hari ini. Pengunjung pun mulai berdatangan ke istana berusia 600 tahun itu.Palace Museum atau Forbidden City di Beijing Foto: AP/Mark Schiefelbein

Secara global, jumlah miliuner baru di China selama setahun terakhir juga lebih banyak ketimbang negara lain, yaitu 210 orang. Jumlah itu termasuk miliuner baru di Hong Kong dan Makau yang dimasukkan Forbes ke China.

Setengah dari miliuner baru China adalah pengusaha dari industri manufaktur dan penyedia modal ventura untuk perusahaan teknologi. Salah satu dari miliuner China adalah Kate Wang, pengusaha rokok elektrik.

Meski begitu, AS tetap menjadi negara dengan jumlah miliuner terbanyak dengan total 724 orang. Sementara China hanya 698 orang.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA