Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 06 Mei 2021 10:40 WIB

TRAVEL NEWS

Asyik! Kini Ada Buku Panduan di Kawasan Pariwisata Borobudur

Eko Susanto
detikTravel
Buku Panduan penyusunan perjalanan wisata Kawasan Pariwisata Borobudur
Foto: (Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Badan Otorita Borobudur (BOB) membuat buku panduan wisata. Di dalamnya ada sejumlah tempat wisata di kawasan pariwisata Borobudur.

Dalam buku ini membuat daftar destinasi wisata yang ada sebagian wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Buku setebal 239 halaman tersebut merupakan 'Panduan penyusunan perjalanan wisata Kawasan Pariwisata Borobudur'. Adapun travel pattern ini mencakup 3 destinasi pariwisata nasional (DPN), meliputi Borobudur-Yogyakarta ada 130 destinasi wisata. Dari 130 destinasi wisata tersebut antara lain desa wisata, situs, candi, museum, goa, pantai dan destinasi wisata lainnya.

Kemudian Semarang-Karimunjawa ada 14 destinasi wisata. Selanjutnya, Solo-Sangiran yang ada sekitar 36 lokasi destinasi termasuk pula lokasi kuliner. Dalam buku ini dilengkapi pula deskripsi lokasi destinasi, jam operasional, tiket masuk, parkir kendaraan, kontak person dan lainnya.

Buku Panduan penyusunan perjalanan wisata Kawasan Pariwisata BorobudurBuku Panduan penyusunan perjalanan wisata Kawasan Pariwisata Borobudur Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Adapun acara penyerahan buku panduan ini dihadiri perwakilan Asita dari Provinsi DIY dan Jawa Tengah. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Pariwisata dari Provinsi DIY dan Jawa Tengah.

Direktur Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita mengatakan, BOB mempunyai tugas koordinatif dan otoritatif. Untuk tugas koordinatif salah satunya mensinkronisasi segala kegiatan pariwisata dan integrated tourism masterplan untuk membuat dekonsentrasi wisatawan.

"Berkenaan dengan integrated tourism masterplan, dimana ada tugas membuat dekonsentrasi wisatawan. Jadi, bagaimana caranya supaya destinasi-destinasi di seluruh wilayah kerja koordinatif kami bisa tampil, masuk ke dalam titik-titik yang bisa ikut berkembang menjadi salah satu tatanan pola perjalanan," kata Indah kepada wartawan di sela-sela 'Penyerahan buku panduan penyusunan pola perjalanan di kawasan pariwisata Borobudur kepada Asita' di Grand Artos Magelang, Rabu (5/5/2021).

Buku ini, kata Indah, sebagai panduan mengenai destinasi yang ada di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Nantinya, keberadaan buku ini bisa dipakai untuk pola-pola perjalanan tematik. Untuk itu, keberadaan destinasi wisata yang ada bisa dikunjungi oleh wisatawan.

"Buku ini ada semacam panduan yang dibuat secara akademisi juga dengan para tenaga ahli, lalu dengan asosiasi-asosiasi sehingga semua titik-titik destinasi yang ada di dalam wilayah DIY dan Jawa Tengah. Nanti ini bisa dipakai untuk membentuk pola-pola perjalanan yang tematik. Intinya supaya semua titik destinasi itu bisa tampil, tercatat dengan baik dan bisa tersentuh oleh semua wisatawan yang datang baik dari utara melalui jalan tol, dari airport-airport yang sudah ada," ujar dia.

Keberadaan buku ini, kata dia, paling cocok bagi travel operator dan travel agent untuk membuat paket-paket perjalanan.

"Buku panduan ini sebetulnya yang paling cocok adalah untuk travel operator dan travel agent serta segala siapapun yang bisa memanfaatkan buku panduan ini. Jadi supaya mereka bisa membuat pola-pola perjalanan yang nantinya bisa membentuk paket-paket perjalanan yang bagus," ujar Indah.

"Ini merupakan destinasi-destinasi yang ada di dalam kawasan kita (BOB) semua ini sehingga perlu dibuatkan pola perjalanan. 'Kalau bahasa travel pattren'," tutur dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi menambahkan, keberadaan buku panduan ini menjadi support sistem yang terintegrasi bagi para pelaku layanan transportasi untuk menentukan paket-paket wisata baru.

"Buku panduan ini menjadi suport sistem yang terintegrasi memberikan muatan bagi para pelaku layanan transportasi yang hari ini tentu menuju pada kebangkitan untuk menentukan paket-paket wisata baru dengan kemunculan secara digital," ujar Sinung.

"Dalam era pandemi ini fenomena yang menarik adalah segmentasi wisatawan itu ada pergeseran. Pergeseran yaitu bersifat localism, kemudian sifat privatize, customize dan small size, jadi ada eksklusivitas, tapi itulah bagian dari pengamanan karena keterbatasan dan pembatasan yang ada orang menjauhi dari kerumunan, orang lebih pada hal-hal yang sifatnya open space, alam terbuka dan tidak bergerombol," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan, travel pattern yang dibuat BOB ini menyeluruh meliputi tiga DPN yang ada. Keberadaan travel pattern ini akan melengkapi atau bahkan merevisi terhadap travel pattern yang sudah ada.

"Saya sampaikan travel pattern kan panduan, nanti detailnya akan dilakukan penyusunan paket-paket atas travel pattern ini sendiri. Saya kira nanti bisa menghubungkan antar destinasi yang selama ini mungkin ada beberapa biro perjalanan melihatnya dari satu destinasi ke destinasi lain, tapi tidak terhubung. Ini bagian yang sudah dibuatkan oleh BOB untuk kemudian saling terhubung, jadi tidak lagi single destinasi, tapi menjadi kawasan," tuturnya.



Simak Video "Keindahan Candi Borobudur, Konon Dibuat Selama 75 Tahun Lamanya, Magelang"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA