Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 06 Mei 2021 20:06 WIB

TRAVEL NEWS

Weleh, Dana COVID-19 Dipakai untuk Membangun Patung Cumi-cumi

Putu Intan
detikTravel
Di Jepang, Dana COVID-19 Dipakai untuk Membangun Patung Cumi-cumi
Foto: Youtube: The Tonarinopoti
Noto -

Berbeda dari kota lainnya, Kota Noto di Jepang memilih menggunakan dana bantuan COVID-19 untuk membangun patung cumi-cumi raksasa. Apa tujuannya?

Kota Noto yang terletak di tepi laut itu membangun patung cumi-cumi raksasa sepanjang 13 meter dan diletakkan di Pelabuhan Noto. Pembangunan ini menelan biaya 25 juta yen atau sekitar Rp 3,3 miliar yang diambil dari dana darurat COVID-19.

Dilansir dari BBC, Kamis (6/5/2021) pejabat Noto menyampaikan pada media lokal bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk memikat wisatawan kembali setelah pandemi.

Saat ini Jepang sedang berjuang untuk melawan lonjakan kasus COVID-19. Jika dibandingkan dengan Tokyo yang berada dalam keadaan darurat, Kota Noto memang jumlah kasus COVID-19-nya sangat rendah.

Akan tetapi mereka terkena imbas yang lebih parah dari COVID-19 yakni menurunnya jumlah wisatawan yang signifikan. Noto sendiri menerima dana hibah bantuan darurat COVID-19 senilai 800 juta yen (Rp 106 miliar). Namun sejak awal pemerintah pusat memang tak merinci dana tersebut harus dimanfaatkan untuk apa saja.

Kendati demikian, sejumlah orang mengkritik kebijakan pemerintah Kota Noto yang justru menggunakan dana itu untuk patung cumi-cumi raksasa. Ini mengingat saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir.

Seorang penduduk setempat mengatakan kepada surat kabar Chunichi Shimbun bahwa patung ini bisa saja memiliki dampak jangka panjang. Menurutnya, akan lebih baik jika dana hibah itu dialokasikan untuk kebutuhan mendesak seperti diberikan kepada staf medis dan fasilitas perawatan jangka panjang.

Juru bicara Kota Noto menyampaikan, patung itu akan menjadi objek wisata dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membantu mempromosikan cumi-cumi terbang yang menjadi ikon Noto.

Seperti yang dialami banyak negara, pandemi COVID-19 telah menghantam industri pariwisata Jepang. Tahun ini bakal diselenggarakan Olimpiade Tokyo akan tetapi fans internasional tak diizinkan untuk menghadiri acara itu.

Menurut ekonomi eksekutif dari Nomura Reseacrh Institute, Takahide Kiuchi, hal ini membuat Jepang mengalami kerugian senilai 200 miliar yen (sekitar Rp 26 triliun).



Simak Video "Jepang Gunakan Paspor Vaksin untuk Perjalanan Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA