Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Mei 2021 14:10 WIB

TRAVEL NEWS

Jalan-Jalan ke Turki Bisa Sambil Telusuri Sejarah Peradaban Islam, Lho

Istanbul the capital of Turkey, eastern tourist city.
Ilustrasi Turki (Getty Images/iStockphoto/Seqoya)
Jakarta/Ankara -

Traveler pecinta sejarah Islam bisa mengunjungi Turki yang menyimpan sejarah peradaban islam yang begitu kuat. Ada historis menarik bagaimana agama tauhid tersebut ditegakkan.

Sebuah biro travel yang baru saja berdiri, Rizma Tour memiliki rangkaian destinasi wisata Turki ke tempat-tempat sejarah peradaban islam. Mulai dari mengunjungi tempat kelahiran nabi Ibrahim hingga ke Mesopotamia di mana dakwah khilafah Utsmaniyah membentangkan sayapnya di sana.

"Produk kita ini halalan tour, ada historisnya tentang perjuangan nabi Allah Ibrahim, nanti kita kunjungi tempat-tempat bersejarah Ibrahim, bagaimana Islam, dalam hal ini agama tauhid, lahir di sana, dakwahnya nabi Ibrahim melawan Namrud, itu sejarah-sejarahnya ada di situ. Kemudian, di dalam perjalanannya pun kita juga berikan mereka tentang perjalanan sejarah kejayaan Islam di sana," kata Presiden Komisaris Rizma Tour, Rizky Sembhada, kepada detikcom.

Jika biasanya tempat-tempat yang didatangi oleh wisatawan adalah Cappadocia, Istanbul, Ankara, namun di perjalanan ini traveler diajak mengunjungi kawasan di mana yang jarang dikunjungi. Tujuannya ke destinasi yang memiliki nilai historis islam.

"Sejauh ini orang hanya jalan jalan ya, tapi di sini tidak, kita ajak mereka belajar mengetahui sejarah islam, kejayaan islam di Turki yang kita kenal dengan Muhammad al Fatih dulu, kita lanjutkan sejarah itu kita hidupkan kembali. Kita akan mengulas bagaimana sejarah cikal bakal nabi Allah Ibrahim berdakwah di kota kelahirannya," kata Rizky.

Jika Makkah menjadi sejarah bagaimana ibadah haji pertama kali dilakukan oleh Nabi Ibrahim, Turki menjadi negara kelahirannya. Sehingga, banyak tempat yang menjadi saksi perjalanan nabi Ibrahim.

"Di Turki ini bagaimana Islam itu atau agama tauhid itu ditegakkan, bagaimana nabi Ibrahim mulai mendakwahi Namrud dengan pasukan Namrud, juga kegilaan Namrud itu mengaku dirinya Tuhan, di situlah Tauhid mulai diajarkan Allah melalui nabi Ibrahim di Sanliurfa di mana tempat beliau dilahirkan," Rizky menambahkan.

Selain tempat kelahiran nabi Muhammad, traveler juga akan mengunjungi Mesopotamia dengan sungai yang membentang antara Syria, Turki, hingga Lebanon. Di sini juga terdapat sejarah khilafah Utsmaniyah.

"Ini sejarah bagaimana khilafah Utsmaniyah membentangkan sayap sayap dakwah Islam di sana," kata Rizky.

Rizma TourRizma Tour Foto: (Istimewa)

Dalam peluncuran dan perjalanan perdananya, Selasa (25/5), Rizma Tour yang direkturnya adalah artis Roro Fitria ini mengunjungi 30-an destinasi di Turki. Perjalanan wisata halal yang menjadi rangkaiannya bertujuan untuk membangkitkan minat orang-orang yang ingin mengetahui sejarah peradaban islam di dunia.

"Jadi ke depannya kalau kita bicara tentang Rizma Tour ini tidak hanya ke Turki, tapi kita akan menyusuri peradaban islam di negara negara lainnya dan inbound kita kalau memang visanya sudah dibuka di Indonesia, adalah memperkenalkan destinasi wisata di Indonesia sejarah peradaban islam di Indonesia," kata Rizky.

Selanjutnya: Wisata Turki di Musim Panas

Turki sendiri siap menyambut turis datang ke negaranya di musim panas ini. Turki siap menyambut musim panas 2021 dengan langkah-langkah keamanan.

Pada Juni 2020, Turki meluncurkan Sertifikat Pariwisata Aman yang menyatakan kepatuhan pada standar keselamatan global untuk seluruh tempat yang dapat dikunjungi oleh wisatawan, termasuk bandara, fasilitas akomodasi, restoran, kafe, pusat budaya, fasilitas seni dan kongres, fasilitas dan kendaraan wisata bahari, taman hiburan, fasilitas ski lift. Sertifikat tersebut telah diberikan kepada lebih dari 9.800 bisnis saat memasuki tahun kedua.

Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata TurkiAdana Turki Foto: Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki

Mulai tahun 2021, Turki mewajibkan Sertifikat Pariwisata Aman untuk semua fasilitas akomodasi dengan kapasitas 30 tempat tidur ke atas. Turki juga telah memprioritaskan personel pariwisata dalam lingkup program vaksinasi nasional dan siap menghadapi musim panas 2021 dengan standar keamanan yang tinggi.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Mehmet Nuri Ersoy, menjelaskan tentang persiapan musim panas 2021 dalam acara yang dihadiri oleh duta besar untuk misi luar negeri yang datang ke Turki pada 21-23 Mei lalu.

"Turki adalah salah satu negara pertama yang meluncurkan Program Sertifikasi Pariwisata Aman pada Juni 2020. Pada tahun 2020, Kami menerima 16 juta tamu di negara kami. Keamanan pariwisata merupakan prioritas utama kami selama setahun terakhir dengan program sertifikasi yang telah menjadi salah satu praktik terbaik di seluruh dunia. Dengan praktik dan tindakan yang aman, efektif dan disiplin yang kami terapkan, program sertifikasi merupakan salah satu implementasi yang paling sukses di dunia dan kami menjalani musim yang sukses. Pertama, kami mewajibkan sertifikasi untuk fasilitas akomodasi dengan 30 tempat tidur dan di atasnya, dan kemudian meningkatkan frekuensi inspeksi untuk memastikan bahwa bisnis bersertifikat mempertahankan sertifikasi mereka. Dalam program vaksinasi nasional, lebih dari 27 juta dosis vaksin telah diberikan pada warga Turki hingga saat ini. Program vaksinasi, yang diprioritaskan pada pekerja pariwisata, akan terus digencarkan di bulan Juni," papar Mehmet Nuri Ersoy.

"2021 akan menjadi tahun yang aman untuk musim pariwisata. Turki adalah negara terdepan dalam bidang pariwisata yang aman tahun lalu. 2021 akan menjadi tahun dengan keamanan yang tinggi. Kami siap untuk menghadapi musim panas 2021 dengan lebih dari 10.000 fasilitas pariwisata yang bersertifikat di seluruh wilayah Turki," lanjutnya.



Simak Video "Turki Evakuasi 1.061 Warganya dari Afghanistan"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA