Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Jun 2021 06:41 WIB

TRAVEL NEWS

Tanpa Turis, Hari-hari Keledai-keledai Petra pun Santuy

bonauli
detikTravel
Wisata keledai di Petra
Wisata keledai di Petra (AFP)
Petra -

Kota kuno Petra menjadi salah satu yang terpukul karena pandemi. Sepinya turis berdampak langsung kepada... keledai-keledai di sana.

Petra di Yordania adalah salah satu situs warisan dunia UNESCO. Tahun 2019, masa pandemi Covid-19 menghantam dunia Petra mampu menarik satu juta pengunjung.

Namun karena pandemi, Petra harus tutup pada bulan Maret 2020. Ini jelas membuat pelaku wisata mati kutu, termasuk pemilik persewaan kedelai di kawasan itu.

Wisata kedelai menjadi atraksi bagi turis yang ingin menikmati Petra tanpa lelah. Turis-turis hanya tinggal duduk manis dan menunggang keledai yang didampingi pemandu untuk mengelilingi kawasan bersejarah itu.

"Sebelum virus Corona, kami semua memiliki pekerjaan. Orang-orang badui (sebutan suku asli, red) Petra mencari nafkah dan memberi makan hewan mereka," ujar Abdulrahman Ali, salah seorang pemilik keledai, seperti dilansir dari France24.

Di Petra, 80 persen penduduknya bergantung pada pariwisata, baik secara langsung atau tidak. Dengan adanya pandemi, mulai dari hotel, restoran sampai toko suvenir harus kehilangan pekerjaan.

Akibatnya, para pemilik keledai tidak bisa membeli pakan ternak dan obat-obatan. Jangankan memberi makan ternak, untuk kehidupan sehari-hari saja sangat sulit.

"Siapa pun yang memiliki sedikit uang sekarang membelanjakannya untuk makanan sendiri bukan hewannya," kata Ali.

Akhirnya, banyak pemilik ternak yang menjual keledai milik mereka ke klinik hewan. Jika satu keluarga punya 7 ternak, maka sekarang punya satu keledai saja.

"Beberapa dari mereka akhirnya kelaparan dan kami mengambilnya dan membawanya ke sini," ujar dokter hewan Mesir, Hassan Shatta di klinik PETA.

Sampai saat ini sudah ada sekitar 250 hewan yang dirawat. Klinik tersebut menampung 10-15 kasus kelaparan hewan setiap harinya. Klinik PETA akhirnya meluncurkan program pemberian makan.

Karena adanya pandemi, kini keledai-keledai jadi sedikit terurus. Kalau dulu hewan ini dianiaya untuk bisa membawa turis, sekarang mereka makan-tidur di klinik PETA.

Petra kembali dibuka pada Mei lalu. Jumlah wisatawan pun perlahan naik. Ada sekitar 200 wisatawan yang berkunjung setiap harinya. Memang, angka ini bukanlah fantastis mengingat dulu Petra bisa menarik 3.000 turis setiap harinya.

"Sekitar 200 pemandu menggunakan 800 hewan ternak, termasuk kuda, unta, bagal sebagai ganti keledai untuk melintasi lokasi gurun di Petra," ujar Suleiman Fajarat, kepala Badan Pengembangan dan Pariwisata Petra.



Simak Video "Buka Les Vokal, Delon Thamrin Berharap Lahirkan Bakat Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA