Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 14 Jun 2021 16:19 WIB

TRAVEL NEWS

Pungli di Tempat Wisata Marak Lagi, Sandiaga: Kalau Berulang Proses Hukum!

PKL Malioboro Yogyakarta
PKL Malioboro (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Jakarta -

Aktivitas ilegal pungutan liar mulai marak kembali di beberapa destinasi wisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pun bereaksi dengan akan melakukan proses ke pihak berwenang.

Ia tak ingin ada kejadian pungli ini lagi dan ada efek jera ke para pelaku. Karena, ada bebarapa alasan kuat di balik ketegasan Sandi ini.

"Seandainya pungli ini berulang harus diproses secara hukum dan juga efek jera yang diberikan kepada pelakunya," kata Sandi dalam temu wartawan mingguan di kantornya, Senin (14/6/2021).

Pihak Kemenparekraf, kata Sandi, sudah melakukan pemetaan terkait pungli atau pungutan liar atau penetapan harga terlampau tinggi mulai dari Yogyakarta hingga Jawa Barat. Perilaku ini menurut dia tak sesuai dengan prinsip yang dianut dunia pariwisata.

"Kemarin sudah kita petakan mulai dari Jogja hingga Jawa Barat. Ini adalah perilaku pariwisata yang tidak sesuai dengan Sapta Pesona," kata Sandi.

Jika suatu destinasi wisata menginginkan traveler kembali ke wilayahnya maka harus diperlakukan dengan baik. Mereka yang pernah datang janganlah diberi kenangan buruk atau digetok dengan harga tiket mahal.

"Bahwa kita harus meninggalkan kenangan yang indah. Karena repeat customer itu atau wisatawan yang akan kembali lagi adalah wisatawan yang bahagia dan mempunyai kenangan yang baik (bukan karena pungli)," ujar Sandi.

"Memang ini harus ada pendampingan pelatihan dan kita mengingatkan pada pelaku ekonomi kreatif untuk memastikan keberlanjutan dari kunjungan wisatawan," kata dia.

"Jika ada pandangan yang negatif, pengalaman yang buruk yang dilakukan oleh pengelola destinasi kepada wisatawan, itu akan mengakibatkan suatu berita itu viral dan akhirnya wisatwan akan menghindari tempat tersebut," kata dia lagi.

Efek paling buruk dari pungli dan harga yang menggetok adalah sepinya wisatawan di kemudian hari. Ini perlu dihindari makanya Kemenparekraf bakal berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk pendampingan.

"Dan, akhirnya tidak ada keberlanjutan dan akan menghentikan kegiatan di pariwisata. Oleh karena itu saya akan bekerjasama dengan Pemprov, pemda dan pengelola destinasi wisata untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar meningkatkan konsep kelestarian," dia menegaskan.



Simak Video "Siap Gelar World Superbike, Pemerintah: Semua Atlet Harus Sudah Divaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA