Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 04 Jul 2021 20:40 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Korban Serangan Hiu Tertua, Usianya 3.000 Tahun

Kerangka 3.000 Tahun Korban Hiu
Foto: Korban serangan hiu berusia 3.000 tahun (dok. Kyoto University)
Tsukumo -

Tim arkeolog Universitas Oxford mengungkap serangan hiu kepada manusia ternyata sudah terjadi sejak 3.000 tahun lalu. Buktinya, kerangka manusia di Jepang ini.

Kerangka manusia tersebut ditemukan tim arkeolog Oxford di situs penggalian Tsukumo, Jepang. Tulang belulang manusia itu diperkirakan sudah berusia 3.000 tahun.

Dari kerangka manusia itu, tim peneliti menemukan fakta bahwa penyebab kematian dari orang tersebut adalah karena menderita deretan cedera yang memenuhi bagian lengan, kaki, dada depan dan juga perut.

"Kami awalnya bingung, apa yang bisa menyebabkan setidaknya ada 790 luka yang cukup dalam dan bergerigi pada pria ini. Ada banyak luka, tapi dia dimakamkan di pemakaman umum," kata J. Alyssa White dan Rick Schulting, peneliti dari Universitas Oxford, seperti dikutip dari CNN, Jumat (2/7/2021).

Beberapa luka yang ditemukan sangat tajam, dalam dan berbentuk seperti huruf V. Luka tersebut mirip dengan luka yang disebabkan oleh benturan logam yang digunakan di periode berburu dan meramu kebudayaan Jomon masa itu.

"Setelah melalui proses eliminasi, kami mengeluarkan faktor konflik antar manusia dan lebih mempercayai bahwa ini disebabkan oleh serangan binatang predator," imbuh Alyssa.

Tim peneliti mempercayai luka gigitan tersebut diakibatkan oleh serangan hiu, dibandingkan dengan harimau. Laporan tersebut kemudian dipublikasikan ke dalam Journal of Archeological Science Reports.

Sementara itu, George Burgees Direktur Florida Program for Shark Research mengungkapkan bahwa studi forensik untuk korban serangan hiu dan merekonstruksinya kembali adalah kasus yang cukup langka.

"Ada sedikit sekali contoh serangan hiu dalam catatan arkeologi. Alasan utamanya adalah karena hal itu sangat langka. Sampai hari ini, dengan begitu banyak orang di dunia, hanya ada beberapa kasus serangan hiu yang mematikan setiap tahunnya," kata Schulting.

Schulting menduga pria tersebut dulu adalah nelayan yang pergi memancing bersama rekannya. Namun dia terjatuh ke laut dan menjadi korban serangan hiu.

"Mungkin mereka pergi berburu hiu, karena gigi hiu lazim ditemukan di situs arkeologi Jomon. Satu hiu, atau bahkan lebih, kami menduga hanya satu hiu tapi tidak yakin akan itu, menyerang si pria yang berada di dalam air. Ada banyak sekli tanda bekas gigi di tengkoraknya. Serangan itu pasti berlangsung cukup lama," pungkas Schulting.



Simak Video "Penyebab Hiu Tutul Terdampar di Pantai Drajid Lumajang"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA