Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 05 Jul 2021 19:00 WIB

TRAVEL NEWS

Pelanggar PPKM Darurat di Surabaya Diganjar 'Tur' Bikin Peti Mati

Putu Intan
detikTravel
Petugas memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta, Minggu (4/7/2021). Jumlah kematian akibat COVID-19 per hari Minggu (4/7/2021) mencapai 555 kasus, yang menjadi rekor tertinggi sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Surabaya -

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya punya cara unik buat bikin warganya taat protokol kesehatan. Bagi yang melanggar, siap-siap disuruh mengikuti tur peti mati.

Kasus COVID-19 yang kian hari terus melonjak membuat berbagai daerah putar otak mengatasinya. Mulai dari memperbanyak tes dan tracing, menggenjot vaksinasi, hingga mengkampanyekan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

Salah satu kampanye unik dilakukan Surabaya. Kota terbesar kedua di Indonesia itu mempromosikan tur wisata peti mati bagi masyarakat yang masih abai pada protokol kesehatan.

Lantas seperti apa sih tur ini?

[Gambas:Instagram]



Dilihat detikcom dari akun Instagram Pemkot Surabaya @surabaya, Senin (5/7/2021) tur bertajuk Tour of Duty: Makam Keputih itu mengajak para pelanggar prokes melakukan kerja sosial. Dalam postingan itu dijelaskan ada 3 jenis paket tur yang dapat diikuti masyarakat.

Paket 1 adalah membantu membuat peti mati. Lalu Paket 2 yaitu paket melihat dan menghitung pemulasaran jenazah COVID-19. Ada pula Paket Bonus yang mewajibkan para pelanggar memberi pelayanan sosial bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Liponsos Keputih.

Berbeda dengan tur wisata yang berbayar, tur peti mati ini gratis. Para pelanggar prokes juga akan mendapatkan fasilitas transportasi cuma-cuma dari Pemkot Surabaya.

Lalu siapa saja yang diwajibkan mengikuti tur ini?

Pertama adalah siapapun yang melanggar protokol kesehatan selama masa penerapan PPKM Darurat. Misalnya tidak mengenakan masker, berkerumun tanpa prokes, hingga melebihi batas jam malam.

Kedua adalah pemilik usaha yang menjalankan usahanya tanpa menerapkan prokes atau tidak sesuai aturan dan ketentuan PPKM Darurat.

Di samping itu, Pemkot Surabaya juga menggarisbawahi bahwa kegiatan tur ini akan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Ini juga dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta tur.

Postingan mengenai tur peti mati ini mendapatkan komentar beragam dari netizen. Banyak yang mendukung langkah Pemkot Surabaya itu, bahkan ada pula yang turut memberikan saran.

"Keren banget ini," kata akun @tiara******

"Harusnya ada paket membantu pasien covid tanpa apd atau masker," ujar akun @indo*********

"Sarcasm in the next level," tutur akun @rahm******

Kondisi COVID-19 di Surabaya sendiri saat ini memprihatinkan. Data pada Minggu (4/7/2021) menunjukkan ada tambahan 750 kasus aktif di sana. Jumlah ini membuat Kota Surabaya menempati posisi kedua sebagai daerah di Jawa Timur dengan pertambahan kasus COVID-19 terbanyak. Situasi ini bahkan sampai membuat 14 rumah sakit swasta di sana lockdown.



Simak Video "Hari Pertama PPKM Darurat, Penyekatan CITO Surabaya Macet 1,5 Km"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA