Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Jul 2021 20:15 WIB

TRAVEL NEWS

Makin Ketat di PPKM darurat, KAI: Mulai Senin Ada Pengecekan Dokumen

Stasiun Palmerah cukup ramai penumpang di jam pulang kerja sore ini. Banyak pekerja masih harus kerja di kantor work from office atau WFO) (Adhyasta/detikcom)
Stasiun Palmerah cukup ramai penumpang di jam pulang kerja (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

KAI Commuter melakukan penyesuaian layanan dan operasional KRL Commuter Line di masa PPKM Darurat. Perjalanan menggunakan KRL akan diperketat mulai Senin, 12 Juli 2021 mendatang.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2021 yang mengatur ketentuan perjalanan dengan moda transportasi kereta api.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, pelaku perjalanan yang menggunakan KRL hanya diperbolehkan bagi yang melakukan kegiatan di sektor esensial dan kritikal.

Selain itu, mulai pekan depan calon pengguna KRL wajib menunjukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah (pemda) setempat.

Bisa pula dengan memiliki surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan instansi, minimal tingkat Eselon 2 untuk pemerintahan atau pimpinan perusahaan/kantor.

"Nantinya, mulai Senin mendatang akan ada pemeriksaan persyaratan kelengkapan dokumen untuk naik KRL," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikTravel, Jumat (9/7/2021).

Pemeriksaan akan dilakukan di jalan-jalan akses menuju stasiun atau di pintu masuk stasiun oleh pemda dan aparat kewilayahan setempat, serta pihak-pihak terkait.

Adapun layanan operasional perjalanan KRL selama masa PPKM Darurat masih tetap beroperasi mulai pukul 04.00-21.00 WIB.

"Calon pengguna tanpa persyaratan di atas tidak diperkenankan menggunakan KRL," tegasnya.

Anne mengatakan, pihaknya berharap pengguna KRL dapat bekerja sama dengan mengikuti ketentuan dari pemerintah, sebisa mungkin mengurangi mobilitas di luar rumah.

Sementara untuk para pengguna KRL yang termasuk di sektor esensial dan kritikal, diimbau untuk tetap mengikuti protokol kesehatan saat menggunakan KRL.

"Gunakan masker ganda, ikuti pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, dan jaga jarak sesuai marka di stasiun dan KRL, serta disarankan mengatur waktu perjalanannya di luar jam sibuk pagi dan sore hari," kata Anne.

Secara rinci, aktivitas pada sektor esensial mencakup keuangan dan perbankan yang hanya meliputi asuransi, bank, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan. Lalu pasar modal dan perhotelan non penanganan karantina.

Selain itu, mencakup sektor teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat. Serta industri orientasi ekspor sesuai aturan teknis yang berlaku.

Sementara aktivitas pada sektor kritikal mencakup kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta energi. Lalu logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat.

Kemudian mencakup sektor makanan, minuman dan penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan. Lalu petrokimia, semen dan bahan bangunan, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar (listrik, air, pengelolaan sampah).



Simak Video "Mulai 12 Juli, Naik KRL Wajib Punya STRP atau Surat Tugas"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA