Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 24 Jul 2021 19:16 WIB

TRAVEL NEWS

PPKM, Penampakan Puncak bak Kota Mati

Ismet Slamet
detikTravel
PPKM, Penampakan Puncak bak Kota Mati
Foto: (Ismet Slamet/detikcom)
Cianjur -

Penerapan serta perpanjangan PPKM Darurat membuat kawasan puncak dan lingkungan wisata di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sudah seperti 'kota mati'.

Arus kendaraan yang biasanya padat saat akhir pekan, terlihat sepi dari pagi hingga sore. Pantauan detik.com hingga pukul 17.00 WIB, jalan dari perbatasan Cianjur-Bogor, Jalur Cagak, hingga Cipanas pun lengang. Hanya ada sedikit kendaraan yang melintas, bahkan sedikit kendaraan plat B yang masuk Cianjur.

Kondisi lebih memprihatinkan terlihat di kawasan wisata Kebun Raya Cibodas. Pusat oleh-oleh yang biasanya ramai pedagang dan pembeli tutup sejak awal PPKM. Hanya beberapa kios yang masih buka.

PPKM, Penampakan Puncak bak Kota MatiPPKM, Penampakan Puncak bak Kota Mati Foto: (Ismet Slamet/detikcom)

Santi, pedagang oleh-oleh di kawasan Kebun Raya Cibodas, mengatakan sejak awal pandemi, kiosnya sepi pembeli. Bahkan hingga perpanjangan PPKM hanya ada beberapa orang yang membeli dagangannya.

"Sepi, kalau biasanya sehari bisa banyak pembeli, sekarang mah sehari mau ada satu pembeli juga susah," kata dia, Sabtu (24/7/2021).

PPKM, Penampakan Puncak bak Kota MatiPPKM, Penampakan Puncak bak Kota Mati Foto: (Ismet Slamet/detikcom)

Menurutnya sebagian besar pedagang memilih untuk libur. Namun dia memaksakan untuk berjualan berharap ada pembeli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Dari banyak kios di sini yang buka memang hanya beberapa. Saya juga inginnya ikut tutup, tapi kalau tidak jualan mau darimana untuk sehari-hari. Buka juga yang beli sepi," kata dia.

"Ya selama PPKM ini Puncak, Cipanas, dan kawasan Cibodas ini seperti kota mati. Setiap daerah ada penyekatan, jadi wisatawan dari luar kota tidak ada," pungkasnya.



Simak Video "PNS di Cianjur Nekat Gelar Hajatan, Langsung Dibubarkan!"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA