Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 29 Jul 2021 19:15 WIB

TRAVEL NEWS

Bukan Bendera Putih, Sumedang Kibarkan Bendera Kuning

Nur Azis
detikTravel
Bendera kuning di Sumedang pariwisata mati
Bendera kuning (Nur Azis/detikcom)
Sumedang -

Berbeda dari daerah lain di Jawa Barat yang ramai mengibarkan bendera putih, sejumlah pelaku usaha pariwisata kibarkan bendera kuning.

Pelaku pariwisata yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pariwisata Sumedang mengangkat bendera kuning sebagai sinyal matinya pariwisata di Kabupaten Sumedang.

Para pelaku usaha itu berasal dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI ), Karang Taruna dan kelompok penggerak pariwisata (Kopepar), Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) dan Asosiasi Pengusaha Karaoke Sumedang (APEKS).

Secara simbolis mereka memasang bendera yang terbuat dari kertas wajik kuning di pintu gerbang salah satu objek wisata Kampung Karuhun yang berlokasi di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Bendera kuning di Sumedang pariwisata matiBendera kuning di Sumedang tanda pariwisata mati Foto: (Nur Azis/detikcom)

Ketua PHRI Kabupaten Sumedang Nana Mulyana menyatakan keprihatanannya atas dampak dari pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM yang berkelanjutan hingga mengancam kematian sektor pariwisata di Kabupaten Sumedang.

"Kami pelaku usaha khususnya pariwisata jika di gambarkan sedang ada di UGD semua, jika tidak ada tindakan dari pemerintah baik pusat atau daerah maka akan betul-betul mati," ungkapnya kepada awak media saat jumpa pers, Kamis (29/7/2021).

Terpuruknya sektor wisata di seluruh Sumedang, digambarkannya dengan tidak mampunya para pelaku usaha untuk membayar karyawan, operasional dan juga kewajiban lainnya.

"Sekarang Tinggal sejauh mana upaya pemerintah pusat atau daerah dalam upaya melakukan pertolongan kepada para pelaku usaha karena pandemi ini sudah berlangsung lama," terangnya.

Dia berharap pemerintah pusat atau daerah bisa memberikan izin kepada para pelaku usaha khususnya pariwasata untuk bisa membuka kembali usahanya dengan standar protokol kesehatan yang berlaku.

"Kalau hanya bantuan langsung itu sifatnya stimulus saja atau sifatnya sementara tapi kalau memberikan izin buka lagi itu demi keberlangsungan usaha pariwisata di Sumedang," paparnya.

Dengan dibukanya sektor pariwisata, tambah dia, para pelaku usaha pun siap membantu pemerintah kaitanya dalam mensukseskan percepatan vaksinasi dan pembangunan ekonomi di Kabupaten Sumedang.

"Sehingga vaksinasi bisa tercapai dan kebangkitan ekonomi pun bisa tercapai," pungkasnya.



Simak Video "Evakuasi Korban Kecelakaan Bus Maut di Sumedang"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA