Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 31 Jul 2021 08:11 WIB

TRAVEL NEWS

Diselimuti Kabut Tebal, Puluhan Penerbangan di Selandia Baru Batal

AUCKLAND, NEW ZEALAND - FEBRUARY 05: Air New Zealand flight NZ1942 touches down at Auckland International Airport after departing from Wuhan, China on February 5, 2020 in Auckland, New Zealand. Flight NZ1962 departed Wuhan on Wednesday carrying 198 passengers, including five pilots, 11 cabin crew, and medical engineering staff. The majority of passengers New Zealand or Pacific Island nationals and will be quarantined for 14 days at Whangaparaoa military base, just north of Auckland, while the 35 Australian passengers will be transferred directly from Auckland to Christmas Island for quarantine. The death toll from coronavirus in China has now passed 490, while there are now more than 24,000 confirmed cases on the mainland. There are no confirmed cases of the virus in New Zealand, while Australia today confirmed a 13th case. (Photo by Dean Purcell-Pool/Getty Images)
Ilustrasi badnara New Zealand (Getty Images/Pool)
Auckland -

Kabut tebal menyelimuti langit Selandia Baru belakangan ini. Akibat kabut itu puluhan penerbangan domestik dialihkan bahkan dibatalkan.

Akhir pekan lalu, langit Selandia Baru diselimuti kabut tebal. Ketebalan kabut ini sampai mengganggu penerbangan pesawat domestik. Puluhan penerbangan pun terdampak.

Otoritas penerbangan Selandia Baru pun mengeluarkan kebijakan larangan terbang bagi maskapai sejak pagi hari pukul 08.00 waktu setempat. Larangan terbang baru diangkat pada siang harinya, sekitar pukul 13.34.

Meski tidak sampai seharian, namun larangan terbang itu membuat sekitar 30 penerbangan delay dan membatalkan 13 penerbangan lainnya. Meski begitu, penerbangan internasional dikabarkan tidak terdampak akibat kabut tersebut.

"Penerbangan internasional tidak terkena dampak dari kabut itu," ujar Sam Cook, supervisor bandara dikutip dari Stuff New Zealand, dan dikutip detikTravel Sabtu (30/7/2021).

Ahli Meteorologi, Ashlee Parkes, mengatakan fenomena alam kabut tebal itu berasal dari daerah Kepulauan Utara Selandia Baru, kemudian menyebar hingga ke daerah Taranaki.

Hasil citra satelit menunjukkan adanya pergeseran arah kabut akibat tiupan angin yang mengarah ke bagian barat Selandia Baru.

"Kabut mulai terpecah jadi beberapa bagian seiring matahari mulai meninggi dan cuaca menghangat," kata Parkes.

Calon penumpang pesawat diminta untuk selalu mengecek perkiraan cuaca dan juga laman resmi bandara. Di sana tercantum informasi terkini, termasuk jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat, serta informasi bila pesawat delay atau bahkan dibatalkan.

Selain masalah kabut, cuaca di Selandia Baru sebenarnya diramalkan akan cerah dan baik-baik saja hingga akhir pekan ini. Suhunya sendiri cukup dingin dengan rata-rata sekitar 16 derajat celcius.



Simak Video "Sempat Adem Ayem, Selandia Baru Kini Diamuk Varian Delta Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA