Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 05 Agu 2021 13:46 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga: RI Masuk 5 Negara dengan Wisata Halal Terbesar

sambutan AHHA PS Pati
Foto: Arif Syaefudin
Jakarta -

Semangat akan perubahan terus digelorakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. Kali ini, dirinya mengajak civitas akademika untuk ikut serta dalam mengembangkan pariwisata halal nasional.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno dalam Webinar Nasional sekaligus Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Komisariat UIN Sultan Syarif Kasim Riau periode 2020-2023, Rabu kemarin (4/8/2021).

"Saya selalu bangga, karena ISEI selalu memberikan pemikiran-pemikiran yang bernas, pemikiran yang membuka khazanah kita dalam menghadirkan solusi di tengah permasalahan yang dihadapi bangsa ini, terutama permasalahan ekonomi," ungkap Sandiaga seperti dikutip detikTravel dari siaran persnya, Kamis (5/8/2021).

Dalam diskusi yang mengupas tentang pemulihan sektor parekraf termasuk wisata halal pada masa pandemi COVID-19 itu, dirinya menyampaikan bahwa Kemenparekraf tengah fokus pada penambahan layanan.

Penambahan layanan tersebut mengacu kepada tiga konsep, yakni need to have (harus untuk dimiliki), good to have (baik untuk dimiliki) dan nice to have (senang untuk dimiliki).

Besarnya potensi wisata halal yang dimiliki Indonesia merujuk peringkat Indonesia dalam World Travel and Tourism Console Index tahun 2018. Indonesia diungkapkannya menempati posisi kesembilan di dunia dan nomor satu di Asia Tenggara.

Sedangkan, berdasarkan Globaly Economy Report, terdapat lima negara muslim di dunia yang memiliki potensi wisata halal terbesar, yaitu Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait dan Indonesia.

Namun, pandemi COVID-19 memicu kemerosotan.

Kontribusi sektor parekraf yang sudah hampir menyentuh lima persen terhadap ekonomi nasional itu pun kini anjlok. Alasannya karena wisatawan mancanegara turun sebesar 75 Persen dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.

"Pandemi COVID-19 ini merupakan kemunduran, tapi kami yakin bahwa di balik kesulitan ada kemudahan secara bersamaan," ungkap Sandiaga.

Dirinya pun meyakini, wisata muslim friendly tourism adalah pemenang.

"Karena pariwisata akan lebih personalized, customized dan smaller in size yang mengacu kepada prinsip halal dan thoyib dengan aspek CHSE-kebersihan, kesehatan, keselamatan dan keberlanjutan dari segi lingkungan," pungkasnya.

Total potensi pariwisata halal yang dimiliki Indonesia pun disebutkannya sangat luar biasa. Tercatat ada lebih dari USD 1,6 triliun dan sudah membuka peluang bagi industri global pariwisata atas kebutuhan yang berkualitas dari wisatawan muslim.

Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk mendorong konsep 'Berwisata di Indonesia Aja'. Salah satunya lewat mengunjungi situs-situs wisata religi yang ada di Indonesia.

"Seperti yang disampaikan dalam firman Allah SWT, Allah SWT memberikan satu qlue kepada kita untuk tadabur alam, melihat binatang-binatang, alam yang ada di sekitar kita, gunung yang tersusun rapih, alam yang terhampar begitu indah, langit-langit yang cemerlang dan gemilang," ungkap Sandiaga.

"Oleh karena itu mari kita beradaptasi dan berkolaborasi, bukan hanya kita mendorong hotel halal atau transportasi halal, kita juga mendorong paket wisata halal dan keuangan halal," sambungnya.

Lewat dukungan seluruh pihak, termasuk ISEI UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Sandiaga Uno yakin sektor parekraf akan kembali pulih.

Para pelaku usaha parekraf pun diharapkankannya dapat bertahan dan kembali membuka lapangan kerja bagi jutaan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor parekraf.

"Mari bangkit di saat sulit, menang melawan COVID-19, together with UIN Sultan Syarif Kasim Riau, we can do it," ungkap Sandiaga Uno.

"Majukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan bersama-sama bergandengan tangan," tutupnya bersemangat.



Simak Video "Wisata RI Disanjung Forum Dunia, Sandiaga Sampaikan 2 Pesan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA