Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Agu 2021 06:42 WIB

TRAVEL NEWS

Kenapa Sih Banyak Maskapai Enggak Setuju Aturan Masker di Pesawat?

bonauli
detikTravel
A young woman wearing face mask is traveling on airplane , New normal travel after covid-19 pandemic concept
Ilustrasi masker di pesawat (Getty Images/iStockphoto/tonefotografia)
Jakarta -

Masker menjadi syarat penting dalam penerbangan. Rupanya, banyak maskapai menunggu masa di era sebelum wabah, penumpang tanpa wajib masker di pesawat.

Amerika Serikat (AS) mulai menjadwalkan melonggarkan protokol kesehatan dalam penerbangan. AS merencanakan untuk menghapus peraturan memakai masker di pesawat mulai September 2021.

Penjadwalan penumpang tanpa masker di pesawat itu bukan diambil begitu saja. Rupanya, ada pertimbangan keselamatan kru kabin dengan rencana itu. Merujuk catatan Forbes penggunaan masker meningkatkan insiden di dalam pesawat.

Pada bulan Juli, CEO Southwest Ailines Gary Kelly, yang juga ketua grup industri Airlines For America, mengindikasikan bahwa maskapai penerbangan AS ingin mandat tersebut dicabut. Dia bilang dengan tidak memperpanjang kewajiban memakai masker di pesawat akan mencegah beberapa risiko.

"Ketika dikombinasikan dengan lingkungan kabin pesawat yang relatif aman dan penurunan perjalanan musiman yang akan datang, masuk akal bagi sebagian orang untuk membiarkan mandat berakhir seperti yang dijadwalkan pada bulan September," ujarnya.

Namun penyebaran dari varian Delta dari virus Corona membuat semua maskapai memikirkan kembali pemakaian masker di pesawat. Airlines For America menjelaskan beberapa alasan mengapa mandat penggunaan masker sebaiknya tidak diperpanjang.

"Pesawat terbang lebih aman dari kebanyakan tempat," kata dia.

Lagipula, kata Kelly, saat ini kabin pesawat menggunakan teknologi terbaru yang menjaga udara dalam pesawat lebih higienis. Udara pesawat mengalir secara vertikal dan diganti dengan udara luar yang baru setiap beberapa menit. Berkat ini, penelitian menunjukkan bahwa penularan virus di dalam pesawat jarang terjadi.

"Emosi menjadi tinggi saat terbang," kata Kelly.

Terbang menjadi hal yang menegangkan bagi sebagian orang. Ketegangan itu menjadi tekanan yang lebih besar dengan tambahan aturan tuntutan prokes yang harus dilakukan oleh penumpang, termasuk kewajiban memakai masker di pesawat. Sehingga, membuat banyak kasus terjadi di dalam kabin pesawat.

Federal Aviation Administration (FAA) juga menilai kewajiban memakai masker di pesawat tetap menjadi akar penyebab masalah sebagian besar insiden di pesawat. Makanya, FAA mendukung pelonggaran pemakaian masker di pesawat.

"Sudah banyak pramugari yang divaksinasi," dia menjelaskan.

Banyak pramugari yang sudah menerima vaksin. Maskapai United Airlines contohnya, sudah mewajibkan semua karyawan untuk divaksinasi. Sehingga akan mengurangi potensi bahaya.

Tapi, rencana itu berbenturan dengan munculnya varian Delta. Penelitian menunjukkan bahwa 40 persen hingga 60 persen varian Delta lebih menular dibandingkan varian alfa.



Simak Video "Wanti-wanti CDC Soal Wajib Masker Bagi yang Sudah Divaksin Penuh"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA