Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Sep 2021 13:12 WIB

TRAVEL NEWS

4 Desa Wisata Terbaik di Sumbar, Apa Saja?

Jeka Kampai
detikTravel
Empat Desa Wisata di Sumbar masuk 50 Besar, ini Harapan Para Pegiat
Empat Desa Wisata di Sumbar masuk 50 Besar ADWI (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

4 Desa Wisata di Sumbar masuk dalam daftar 50 besar pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar Kemenparekraf RI. Apa saja?

Keempat desa tersebut adalah Desa Wisata Apar di Kota Pariaman, Desa Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam, Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu di Kabupaten Tanahdatar dan Desa Wisata Saribu Gonjong di Kabupaten Limapuluh Kota. Desa-desa ini menyisihkan lebih dari 1000 desa wisata lainnya di Indonesia.

Khusus di Sumbar, keempat desa itu menjadi terbaik dari 231 desa wisata yang ikut ajang ADWI 2021. Menariknya, empat desa wisata yang lolos 50 besar tersebut adalah desa-desa yang menonjolkan budaya atau kampung adat serta konservasi alam.

Bagi pegiat wisata yang juga Ketua Desa Wisata Cantik Inovatif (Dewi Cinta), Zuhlizul Chaniago, fenomena ini harus dilihat sebagai kesempatan besar untuk menjaga adat dan budaya masing-masing.

"Kalau kita lihat, empat desa wisata yang iolos 50 besar itu adalah desa-desa yang menonjolkan budaya atau kampung adat serta konservasi alam. Itu ternyata lebih menarik dan lebih menjadi perhatian khusus dewan juri," kata Zuhlizul kepada detikTravel.

Ia berharap, seluruh pihak terkait, khususnya di tingkat Nagari atau desa, bisa memperkuat terus budaya yang ada dan menjaga keberadaan rumah-rumah adat masing-masing. Masuknya empat desa wisata dalam penilaian 50 besar menjadi apresiasi tersendiri dan diharapkan juga menginspirasi desa-desa wisata lainnya agar mengelola destinasinya menjadi lebih baik.

"Perkuatlah terus budaya di nagari-nagari, yakinkan tokoh adat, niniak mamak bahwa dengan pariwisata budaya kita akan terangkat lagi. Rumah-rumah adat kita tidak boleh punah dan dibiarkan hancur, karena itu bagian dari budaya dan pariwisata," kata dia.

"Selain itu misalnya, Desa Apar di Kota Pariaman. Disana ada konservasi penyu dan kawasan mangrove yang terjaga. Ini adalah sinyal oleh dewan juri dan para pakar-pakar wisata untuk kita terus menjaga kelestarian alam. Jangan rusak alam," tambah Zuhlizul.

Simak artikel selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Keunikan Desa Wisata Sarugo di Sumatera Barat"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA