Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Sep 2021 14:28 WIB

TRAVEL NEWS

5 Fakta Stasiun Manggarai yang Setiap Hari Kamu Lewati

Putu Intan
detikTravel
Stasiun Manggarai
Stasiun Manggarai. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Anak kereta Jabodetabek pasti tidak asing dengan Stasiun Manggarai. Selain jadi stasiun transit, Manggarai juga punya fakta unik lainnya.

Stasiun Manggarai begitu diandalkan dalam jalur kereta api jauh dan KRL Commuter Line. Setiap hari ribuan orang tumpah ruah di sana. Kereta dari dan menuju Bogor, Jakarta Kota, Tanah Abang hingga Bekasi melewati stasiun ini.

Meskipun traveler setiap hari melewati Stasiun Manggarai, mungkin banyak yang belum sadar bahwa stasiun ini merupakan cagar budaya. Beberapa ornamen peninggalan Belanda masih tampak di sana. Demikian pula dengan sejarah panjang yang tersimpan di stasiun tersebut.

Setiap harinya, Stasiun Manggarai melayani ratusan perjalanan kereta api. Wajar saja bila Manggarai menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia.Setiap harinya, Stasiun Manggarai melayani ratusan perjalanan kereta api. Wajar saja bila Manggarai menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia. Foto: ANDHIKA PRASETIA

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, inilah 5 fakta Stasiun Manggarai yang perlu kamu tahu.

1. Berdiri sejak 1918

Pembangunan Stasiun Manggarai dimulai tahun 1914 oleh perusahaan kereta api Staatssporwegen (SS). Pembangunan ini dipimpin arsitek Belanda yaitu Ir. J. Van Gendt. Stasiun Manggarai kemudian resmi dibuka mulai 1 Mei 1918.

2. Stasiun dibangun dengan desain transisi

Stasiun ManggaraiDesain bangunan Stasiun Manggarai. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Stasiun Manggarai memiliki gaya arsitektur transisi dari Indische Empire menuju Colonial Modern. Nah, stasiun yang usianya lebih tua dari Manggarai seperti Stasiun Bogor, masih kental dengan penggunaan kolom-kolom tinggi dan megah khas Yunani dan bentuk lengkung. Hal itu tak tampak lagi di Stasiun Manggarai.

Stasiun ManggaraiTiang peron sejak 1918. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Salah satu bagian bangunan yang masih dipertahankan sejak awal pembangunan adalah peron Jalur 1 dan 2. Di sana terdapat tiang kayu jati yang pada mulanya ingin dibangun berbahan baja. Sayangnya, belum sempat membangun peron, Perang Dunia I pecah sehingga pasokan baja Eropa tidak datang.

3. Punya bengkel kereta api

Sejak awal pembangunan, Stasiun Manggarai memang diproyeksikan dilengkapi dengan bengkel kereta api atau kini disebut sebagai Balai Yasa. Bengkel ini mulai beroperasi pada 1920 dan saat itu menjadi bengkel kereta api terbesar dan termodern.

Kegiatan yang dilakukan di Balai Yasa adalah semi perawatan akhir dua tahunan, pemeliharaan akhir empat tahunan, perbaikan dan modifikasi perkeretaapian.

4. Asal-usul nama

Nama Stasiun Manggarai diambil dari lokasi berdirinya stasiun yang dulunya merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores.

5. Saksi pelolosan Sukarno ke Yogyakarta

Setiap harinya, Stasiun Manggarai melayani ratusan perjalanan kereta api. Wajar saja bila Manggarai menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia.Setiap harinya, Stasiun Manggarai melayani ratusan perjalanan kereta api. Wajar saja bila Manggarai menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia. Foto: ANDHIKA PRASETIA

Pada 3 Januari 1946, Belanda membonceng Sekutu kembali datang ke Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Pada saat itu, para pemuda membantu Presiden RI Sukarno dan rombongan kabur ke Yogyakarta untuk memindahkan ibu kota.

Mereka menyusun Kereta Api Luar Biasa (KLB) di Stasiun Manggarai. Untuk menghalangi pandangan dari pintu stasiun, deretan gerbong barang diletakkan di sepanjang Jalur 1. Kemudian KLB bergerak menuju rumah Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur melalui Jalur 4.



Simak Video "Siap Beroperasi, Begini Penampakan Stasiun KA Bandara YIA"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA