Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Sep 2021 09:03 WIB

TRAVEL NEWS

5 Tokoh Pendiri ASEAN yang Kamu Harus Tahu

Tim detikcom
detikTravel
KTT ASEAN 2021: Dialog Tidak Akan Cukup Menyelesaikan Konflik di Myanmar
Foto: Ilustrasi ASEAN DW (News)
Jakarta -

Indonesia tergabung dalam ASEAN atau Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara. Ada 5 tokoh pendiri ASEAN. Siapa saja?

ASEAN atau The Association of South East Asian Nations didirikan oleh lima negara di Asia Tenggara. Indonesia jadi salah satu negara pendiri ASEAN dalam deklarasi Bangkok.

Melansir dari buku Seri IPS Sejarah SMP Kelas IX karya Prawoto, ASEAN dibentuk berdasarkan deklarasi Bangkok yang digagas pada 8 Agustus 1967. Kelima negara pendiri ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand.

Masing-masing negara diwakili oleh tokoh penting. Ada yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, ada pula yang menjabat sebagai wakil perdana menteri.

Berikut Daftar Lengkap 5 Tokoh Pendiri ASEAN:

1. Adam Malik, Menteri Luar Negeri Indonesia

2. Tun Abdul Razak, Wakil Perdana Menteri Malaysia

3. S. Rajaratnam, Menteri Luar Negeri Singapura

4. Narciso Ramos, Menteri Luar Negeri Filipina

5. Thanat Koman, Menteri Luar Negeri Thailand

Atas prakarsa lima negara pendiri ASEAN, negara-negara di Asia Tenggara berkesempatan menyatukan visi dan misi. ASEAN adalah organisasi terbuka yang tidak membedakan sistem politik dan ideologi.

Saat ini jumlah anggota ASEAN mencapai 10 negara. Selain 5 negara pendiri, ada negara tambahan yang ikut bergabung. Negara itu antara lain: Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.

Adapun tujuan dibentuknya ASEAN adalah:

1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan di Asia Tenggara melalui usaha bersama dalam semangat persamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan suatu masyarakat Asia Tenggara yang sejahtera dan damai

2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum dalam hubungan antar negara di kawasan Asia Tenggara serta mematuhi prinsip-prinsip PBB

3. Meningkatkan kerja sama yang efektif dan saling membantu dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi untuk kepentingan bersama

4. Meningkatkan pengkajian wilayah Asia Tenggara

5. Memelihara kerja sama yang erat dan berguna dengan organisasi-organisasi internasional dan regional lainnya.



Simak Video "9 Menlu ASEAN Tak Beri Pengakuan Status Junta Myanmar"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA