Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Sep 2021 05:01 WIB

TRAVEL NEWS

Vanuatu yang Sering Serang RI soal Papua Itu Terancam Tenggelam

bonauli
detikTravel
Keindahan alam Vanuatu
Vanuatu (Getty Images/iStockphoto/helivideo)
Port Vila -

Belum lama ini Vanuatu kembali mengusik Indonesia soal pelanggaran HAM Papua di Sidang Umum PBB. Sebaiknya, Vanuatu fokus menyelamatkan diri dari ancaman tenggelam.

Negara ini kerap menyinggung isu Papua dan mendukung kemerdekaan Papua karena didasari dengan alasan solidaritas ras. Vanuatu dan Papua memiliki kesamaan ras, yakni Melanesia.

Vanuatu mengusik Indonesia dengan alasan pelanggaran HAM Papua. Pada 2016 lalu, Vanuatu juga pernah mengkritik catatan HAM Indonesia di Papua. Tahun lalu, Vanuatu juga melempar kritik serupa.

Di saat yang sama, Vanuatu mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serius menangani perubahan iklim demi melindungi warga negara kepulauan di Pasifik itu dari ancaman kenaikan air laut akibat pemanasan global.

Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman, juga mendesak masyarakat internasional berupaya lebih keras lagi mengatasi krisis perubahan iklim dan memperingatkan bahwa masih banyak negara individualis yang mengabaikan dampaknya.

"Bagi kami dan negara pulau kecil serta berkembang lainya ancaman global terbesar kami yang utama adalah perubahan iklim, pengelolaan lautan kami, dan tentu saja pandemi Covid-19," kata Loughman dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB Ke-76 pada Minggu (26/9) dilansir dari CNN.

Kepulauan Vanuatu menjadi rumah bagi hampir 250 ribu penduduk. Vanuatu menjadi satu di antara banyak negara kepulauan di Pasifik dan kawasan lainnya yang juga terancam tenggelam jika perubahan iklim tidak bisa dihentikan.

"Oleh karena itu, solusi kita pun harus global. Level usaha dan dukungan saat ini untuk negara berkembang yang rentan dalam mekanisme multilateral tidak cukup," kata dia.

Loughman juga menegaskan kembali bahwa mereka berencana meminta pendapat Mahkamah Keadilan Internasional (ICJ) untuk mempertimbangkan melindungi hak hidup generasi saat ini dan masa depan dari ancaman perubahan iklim.

Menurut Loughman, peran ICJ adalah menyelesaikan perselisihan hukum yang diajukan negara-negara kepada mahkamah tersebut sesuai hukum internasional.

"Planet kita menderita dan kita perlu bertindak cepat, membangun kembali komunitas, dan bergabung dalam upaya untuk menyelamatkan planet ini, memulihkan ekonomi, dan memulihkan harapan," kata Loughman

Kelompok advokasi lingkungan Pasific Islands Students Fighting Climate Change menyambut dengan sangat baik pernyataan Loughman tersebut.

"Kami sangat gembira bahwa pemerintah Vanuatu telah mengumumkan akan membawa isu perubahan iklim ke Pengadilan Tertinggi Dunia (ICJ)," kata organisasi tersebut melalui unggahan Facebook.

Dorongan Vanuatu untuk penanganan perubahan iklim ini muncul menjelang Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) soal Perubahan Iklim (COP26) di Skotlandia pada November mendatang.



Simak Video "Kopassus Vs Brimob Bentrok di Papua, Polri: Masalah Sudah Selesai!"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA