Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 01 Okt 2021 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Maskapai Ini Didenda Gegara Bikin Ribuan Penumpang Delay Berjam-jam

United Airlines
Foto: Ilustrasi United Airlines (Dok. United Airlines)
New York -

Maskapai United Airlines didenda oleh Departemen Transportasi AS karena membuat ribuan penumpang mereka mengalami delay alias keterlambatan selama berjam-jam.

Jumlah dendanya tidak main-main, mencapai USD 1,9 Juta. Jika dirupiahkan nominalnya sekitar Rp 27 miliar. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.

Departemen Transportasi AS menyebut ada sekitar 20 penerbangan domestik United Airlines yang bermasalah. Ribuan orang penumpang dibiarkan menunggu tanpa ada kejelasan selama lebih dari 3 jam.

Total ada 3.218 orang penumpang yang terdampak akibat insiden tersebut. Pihak maskapai beralasan penundaan tersebut mayoritas disebabkan oleh cuaca buruk dan juga permasalahan teknis lainnya.

Juru bicara United Airlines, Charles Hibart mengatakan maskapainya telah meningkatkan pelayanan dan operasional mereka sejak tahun 2015 untuk menghindari delay berkepanjangan.

Mereka juga mengembangkan sistem yang bisa mengidentifikasi bandara mana yang bisa diakses ketika cuaca buruk terjadi. Mereka juga telah berinvestasi untuk membeli peralatan sehingga bandara bisa menghandle berbagai jenis pesawat yang mereka gunakan.

"Keamanan penumpang dan karyawan kami adalah prioritas utama, terutama ketika cuaca buruk terjadi. Kami terus berkomitmen untuk memenuhi semua aturan dan terus melakukan perbaikan tentang bagaimana mengatur masalah operasional sementara menjaga keamanan penumpang dan karyawan kami," kata Hobart seperti dikutip dari The Washington Post, Jumat (1/10/2021).

Menanggapi hukuman denda yang dijatuhkan oleh Departemen Transportasi AS, Hobart menyebut maskapainya ingin yang terbaik untuk para penumpang. Namun dia menyatakan ada beberapa hal yang pihak maskapai tidak sepakat dengan departemen itu.

"United Airlines percaya bahwa kami dan Departemen Transportasi menginginkan yang terbaik untuk para penumpang agar mereka sampai di tempat tujuan secepat mungkin, meski cuaca sedang buruk. Tapi, United secara hormat tidak sependapat dengan pihak departemen bahwa aksi penegakan hukum harus dilaksanakan," Hobart menegaskan.

Beberapa insiden delay yang dipermasalahkan Departemen Transportasi AS terjadi dalam periode 5 tahun ke belakang. Dari jumlah denda sebanyak itu, sekitar US$ 750.000 (sekitar Rp 10 Miliar) akan digunakan untuk membayar kompensasi kepada penumpang terdampak. Sementara sisanya akan digunakan untuk mengganti biaya pengembangan sistem manajemen.



Simak Video "KNKT Amerika Serikat Sebut Boeing Tidak Alami Gagal Mesin"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA