Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Okt 2021 20:09 WIB

TRAVEL NEWS

Tragis! Harimau Sumatera Mati Terjerat

Femi Diah
detikTravel
Seekor Harimau Sumatera ditemukan tewas di perkebunan di Bengkalis, Riau. Harimau itu tewas akibat jerat yang dipasang warga.
Evakuasi harimau Sumatra yang mati terjerat di Bengkalis, Riau. (Raja Adil Siregar)
Bengkalis -

Seekor harimau Sumatera ditemukan sudah tidak bernyawa di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Minggu (17/10/2021). Harimau itu terjerat.

Kematian harimau Sumatra itu diunggah oleh akun Instagram Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan @kementerianlhk pada Selasa (19/10/2021). Dalam akun Instagram itu disebutkan harimau tersebut tewas di Hutan Produksi Konversi (HPK) yang berupa areal perladangan masyarakat dan berada di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Bukit Batu.

Kuat dugaan harimau Sumatera itu mati setelah kaki sebelah kiri terjerat yang menyebabkan luka dalam dan infeksi. Harimau itu tidak berdaya selama lima hari hingga kemudian mati.

[Gambas:Instagram]



"Halo Sobat Hijau, jebakan jerat kembali memakan korban. Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan sudah tak bernyawa oleh masyarakat pada Minggu pagi (17/10) di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau."

"Tim dari Balai Besar KSDA Riau @bbksda_riau dan Polsek Bukit Batu segera melakukan evakuasi dan nekropsi. Lokasi kejadian di Hutan Produksi Konversi (HPK) yang berupa areal perladangan masyarakat dan berada di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Bukit Batu."

"Hasil nekropsi menunjukkan jenis kelamin harimau ini betina dan berumur kurang lebih 4-5 tahun. Harimau ini masih termasuk remaja dan belum pernah melahirkan. Jerat melilit kaki depan sebelah kiri yang menyebabkan luka dalam dan infeksi. Kemungkinan harimau ini terjerat selama 5 hari sampai akhirnya mati."

Pemerintah mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun, karena membahayakan nyawa satwa termasuk satwa yang dilindungi. Pelaku jerat dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 40 UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya."

"Bagi yang sengaja melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Begitupun bagi yang melakukan pelanggaran karena kelalaiannya akan dikenai pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Dari sejumlah sumber, harimau Sumatera itu ditemukan dari laporan warga yang tengah berkebun di di sebelah kawasan harimau tersebut terjerat. Warga tersebut kemudian melaporkan kepada Polsek Bukit Batu.



Simak Video "Heboh Harimau Nongkrong di Jalan Raya Solok"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA