Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 26 Okt 2021 09:09 WIB

TRAVEL NEWS

Senja Kaimana Sukses Bikin Sandiaga Jatuh Cinta

bonauli
detikTravel
Sandiaga Uno di Kaimana
Sandiaga menikmati senja di Kaimana (Bonauli/detikcom)
Kaimana, Papua Barat -

Sandiaga Uno masih berada di Papua dalam kegiatan kunjungan kerja. Terpesona dengan Papua. Sandiaga jatuh cinta pada senja Kaimana.

Saat itu Menparekraf Sandiaga sedang mengadakan Weekly Briefing bersama Media lewat webinar zoom, Senin (25/10). Sebelum menutup kegiatan jumpa pers, Sandiaga memamerkan pemandangan di belakangnya.

"Ini Taman Jokowi-Iriana, senja di Kaimana seperti lagu jadul," ujar Sandiaga.

Saat itu tepat pukul 17.45 WIT, warna jingga tersebar mendominasi langit. Di pinggir laut tulisan Kota Senja Kaimana jadi ikon.

Taman ini berada di Pulau Triton, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Kaimana sendiri menjadi wilayah yang berbatasan dengan laut dan berhadapan dengan Laut Arafuru.

Di sanalah, Presiden Jokowi dan Iriana pernah berfoto. Dalam balutan senja yang romantis, akhirnya tempat itu dikenal dengan nama Taman Jokowi Iriana.

"Cantik sekali senjanya. Kalau Pak Jokowi berfoto dengan Ibu Iriana, saya dengan bupatinya dulu," canda Sandiaga.

Sandiaga mencoba mengajak media-media yang hadir untuk menikmati senja Kaimana sejenak. Pantulan jingga langit terlihat mesra disambut ombak. Biasnya kotras dengan awan dan pegunungan di sekitar.

Menparekraf terus memuji keindahan senja Kaimana. Bahkan bermain tebak-tebakan untuk mengingat lagu Senja di Kaimana yang pernah populer di tahun 60an.

Kan kuingat selalu, 'kan kukenang selalu
Senja indah, senja di Kaimana
Seiring surya meredupkan sinar
Dikau datang ke hati berdebar

Kau usapkan tangan halus mulus
Di luka nan parah penuh debu
Senja di Kaimana dan kasihmu dara
Dalam jiwa hingga akhir masa

"Kaimana surganya senja di Papua," puji Sandiaga.

Selanjutnya Kunjungan ke Taman Wisata Mangrove Klawalu

Selama di Papua Sandiaga juga mengunjungi kawasan Taman Wisata Mangrove Klawalu yang berada di Kota Sorong, Papua Barat, merupakan taman wisata mangrove pertama di tanah Papua, yang memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi selain Raja Ampat.

Di kawasan tersebut tumbuh berbagai jenis mangrove, yang memanjakan mata sekaligus memberikan kesejukan bagi wisatawan yang datang. Mulai dari spesies Terminalia catappa l, Sonneratia caseolaris (l.) engler, Rhizopora lamarckii montr., Rhizopora apiculata blume, dan lainnya.

Wisatawan pun dapat menikmati pemandangan dari menara pandang dan berjalan menyusuri kawasan hutan mangrove dengan jembatan warna-warni. Wisatawan yang ingin mengabadikan momen, juga dapat berswafoto karena banyak spot-spot yang instagramable.

Kawasan wisata mangrove sendiri dibangun oleh Kemenparekraf/Baparekraf dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata tahun anggaran 2018 - 2022 dengan dana yang dikeluarkan jumlahnya mencapai Rp45,3 miliar.

"Ini adalah kolaborasi berkelanjutan karena dimulai 2018 dan tahun depan juga sudah dianggarkan. Ini saya canangkan sebagai salah satu spot dari kunjungan delegasi G20 yang akan kami gelar, sebelum ke Raja Ampat, mereka harus menanam mangrove dulu di sini sebagai bagian dari upaya untuk gercep, geber, dan gaspol," ujar Sandiaga.

Pada kesempatan itu, Menparekraf menanam bibit mangrove didampingi oleh Wakil Walikota Sorong, Pahimah Iskandar; Sekretaris Daerah Kota Sorong, Yakob M. Kareth; Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf/Baprekraf, Wawan Gunawan; dan Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

Dengan penanaman mangrove ini diharapkan dapat memberikan semangat positif, agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Sorong bisa tumbuh dan berkembang lebih baik lagi.

Seperti diketahui, hutan mangrove memiliki berbagai fungsi, diantaranya mencegah intrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi garis pantai, meningkatkan sumber oksigen, serta mampu menstabilkan daerah pesisir.

Taman Wisata Mangrove Klawalu sangat mudah dijangkau oleh wisatawan, karena jarak tempuh hanya sekitar 7 kilometer atau 17 menit dari Bandara Eduard Osok Sorong.

Salah satu aktivitas menarik yang bisa dilakukan oleh wisatawan adalah menaiki perahu untuk menjelajahi pesisir pantai, yang berada di dekat kawasan mangrove. Selain itu, akan ada fasilitas jalur sepeda yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Keindahan Mangrove kian lengkap dengan produk-produk ekonomi kreatif khas yang diborong oleh Menparekraf, seperti produk kuliner Sinagi yang merupakan kerupuk berbahan dasar sagu, teh bunga telang, garam nipah yang mengandung herbal sehingga baik untuk kesehatan, serta kerajinan tangan yang diolah dari kulit pelepah daun sagu menjadi vas bunga, tempat tisu, pajangan, dan lainnya.

Selain taman wisata Mangrove, Menparekraf berencana akan memetakan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya yang ada di Kota Sorong, agar dapat membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

"Karena kita all out untuk di kawasan Indonesia Timur, pariwisatanya kita ingin kembangkan. Karena Kota Sorong ini menjadi pusat dari pergerakan masyarakat Papua dan Papua Barat," ujarnya.



Simak Video "Momen Sandiaga Tak Sengaja Bertemu Ahok di Pesawat"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA