Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Okt 2021 15:19 WIB

TRAVEL NEWS

Melihat Sisi Lain dari Kasus Video Viral Cafe Del Mar Bali

Beach pool di Bali.
Foto: (Cafe Del Mar Bali/Instagram)
Kuta -

Nama beach club Cafe Del Mar Bali mendadak ramai diperbincangkan usai sebuah video viral terkait staf dan wisatawan. Adapun terdapat sisi lain.

Berawal dari unggahan Instastory @elisabethkarina yang mengunggah sebuah video berisi pengalaman kurang mengenakkan ia dan temannya saat berkunjung ke Cafe Del Mar Bali akhir pekan lalu.

Singkat cerita, ia bercerita kalau mendapat perlakuan kurang baik dari salah satu staff dengan baju polo berwarna hijau yang ada di dalam videonya. Kabarnya, sang pengunggah video merasa keberatan akan attitude sang staff yang disebut menyudutkan.

"Gw tau lo gak mau spend duit buat daybed, tampilan kayak lo tuh gak mau spend duit, gue tuh lulusan Cornel gak kayak lo murahan," ujar sang staff.

Pernyataan sang staff itu keluar setelah Elisabeth dan rekannya ingin meminta pindah table dari daybed terkait cuaca yang panas. Merujuk pada video yang diunggahnya, sang staff merasa direpotkan dan malah berprasangka negatif.

Hanya layaknya sebuah koin, warganet hanya ditunjukkan satu sisi video dari sang pengunggah ketika konflik terjadi. Tak banyak detil yang terungkap sebelumnya, selain narasi yang dibuat sang pengunggah video.

Apabila ditelisik lebih lanjut, ada satu bagian dari unggahan di menit 01:01 yang menyatakan ketidaksetujuan sang staff kala diminta berlutut untuk meminta maaf. Hal itu terjadi di hadapan seorang WNA berambut pirang yang diduga adalah atasan sang staff.

"No kneel, I never kneel, you're not even my queen," ujar sang staff.

Lebih lanjut, detikTravel pun mencari tahu terkait sisi lain dari kisah video viral itu. Di dunia maya, sang staff yang ternyata berinisial R telah memberi komentar dari sisinya.

Komentar sang staff Cafe Del Mar di dunia maya

Terkait identitas pribadi sang staff yang berawalan R, ia pribadi merasa tersinggung dengan kelakuan sejumlah tamu yang disebutnya berkata kasar dan tak sopan.

"Bukan sombong, saya tersinggung dengan perkataan mereka kalau saya dibilang babu berkali-kali. Saya jelaskan sikapnya tidak menghargai profesi orang. Lebih terkejut lagi waktu disuruh minta maaf sambil bersujud di lantai di hadapan tamu-tamu lain dan memegang HP untuk divideokan. Saya hanya meminta mereka untuk membeli voucher bila ingin menggantinya dengan tempat duduk. Apapun sikap tamu yang datang, bagi saya mereka adalah tamu saya. Tugas saya untuk membuat mereka betah dan senang. Apalagi mereka liburan," ujar sang staff di kolom komentar.

Selanjutnya: Sang staff meminta maaf dan tanggapan dari sang pengunggah video

Dilihat detikTravel, sang staff pribadi telah menyampaikan permintaan maaf via Instastory pribadinya. Tanpa membela diri, ia melihat pengalaman yang didapatnya sebagai pelajaran.

"Terima kasih atas dukungan dari saudara, teman-teman, serta para teman baru saya di sosmed.

Terima kasih atas doa serta saran yang begitu berharga.

Saya sangat terharu dan merasa tidak sendiri. Dalam kesempatan ini saya juga minta maaf kepada tamu-tamu saya kemarin. Karena kekhilafan saya lah membuat mereka tidak jadi menikmati indah sunset di Bali dari tempat saya bekerja.

Banyak hikmah yang bisa saya ambil dari sini. Sebuah sentilan dari yang di atas, untuk banyak mengingatkan saya.

Terima kasih semua dan mohon maaf sekali lagi dari saya," bunyi Instastory sang staff.

Hal itu senada dengan pernyataan dari pihak manajemen yang juga telah meminta maaf atas kejadian tersebut via unggahan di Instastory Cafe Del Mar Bali.

Sedangkan dari pihak sang pengunggah video yang merasa dirugikan, juga telah menerima permintaan maaf dari pihak staff dan Cafe Del Mar Bali.

"Thank you @cafedelmarbali, dengan begini udah selesai ya masalahnya. Karena dari pihak Cafe Del Mar sudah minta maaf dan kita tidak ada masalah dengan CDM.

Semoga teman-teman jangan kapok ke sana karena jujur staff-staff yang lain tidak ada masalah.

Kita juga sama owner sudah tidak ada masalah, sudah saling mengerti. Jadi case closed yaa. Stay safe semuanya!" tulis sang pengunggah video.

Melihat tanggapan dari semua pihak, tampaknya persoalan video viral itu sudah mencapai titik temu. Sekiranya jadi pembelajaran bagi semua pihak, baik traveler maupun stakeholder pariwisata.

Sekiranya yang dibutuhkan industri pariwisata saat ini adalah dukungan dari semua pihak, tanpa perlu menghakimi atau menjatuhkan satu sama lain.

(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA