Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Nov 2021 12:40 WIB

TRAVEL NEWS

Gegara Video Makan Pisang yang Provokatif, 7 Imigran Suriah Dideportasi Turki

Tim detikcom
detikTravel
Mengapa pengungsi Suriah diminta segera meninggalkan Istanbul, kota terbesar di Turki?
Foto: Ilustrasi pengungsi Suriah (BBC World)
Ankara -

Gara-gara video makan pisang yang provokatif, 7 imigran Suriah dideportasi dari Turki. Video viral itu dianggap melukai hati warga Turki.

Pemerintah Turki mendeportasi tujuh imigran dari Suriah setelah mereka mengunggah video makan pisang yang 'provokatif' di media sosial.

Imigran Suriah di Turki tersebut mengunggah video makan pisang di Tiktok sebagai respons atas keluhan warga asli Turki yang yang mengklaim: 'mereka tak punya uang untuk beli pisang, sementara para pengungsi di negaranya menerima uang dari pemerintah untuk bisa hidup layak'.

"Kamu bisa hidup enak. Saya tak bisa beli pisang, kamu beli pisang berkilo-kilo," kata seorang laki-laki Turki dalam video yang direkam di Istanbul pada pertengahan Oktober lalu.

Kalimat tersebut dia ucapkan kepada seorang mahasiswa perempuan asal Suriah yang tinggal di Turki. Di dalam video tersebut, tampak juga seorang perempuan Turki yang menimpali pembicaraan itu.

"Mahasiswi ini menikmati hidup enak dan tak mau pulang ke Suriah untuk bertempur," timpal si wanita.

Sang mahasiswi pun menjawab, bahwa dia tak punya lagi tempat tempat tinggal di Suriah, negeri yang diamuk perang saudara sejak 2011.

Video tersebut viral, kemudian mendorong beberapa anak muda asal Suriah di Turki mengunggah video balasan makan pisang sambil tersenyum dan tertawa yang ditujukan untuk mematahkan klaim 'pendatang Suriah bisa hidup enak karena mendapat dana yang berasal dari uang pajak yang dibayarkan warga Turki'.

Bagaimanapun juga, aksi balasan para pemuda Suriah ini memicu pihak berwenang di Istanbul mengambil tindakan. Mereka kemudian menahan setidaknya 11 warga Suriah dengan dakwaan "mendorong atau mempermalukan warga Turki dengan kebencian", kata sejumlah media setempat.

Otoritas Turki menyatakan 7 dari 11 imigran Suriah itu akan dideportasi.

"Mereka ditahan karena mengunggah konten yang provokatif di media sosial," kata otoritas imigrasi di Turki, seperti dikutip Bloomberg.

Selanjutnya: Warga Turki Membenci Imigran Suriah

Solidaritas Terhadap Pengungsi Suriah Turun

Turki adalah salah satu negara yang paling banyak menerima pengungsi dari Suriah. Hingga akhir 2019, Turki menampung tak kurang dari 3,6 juta pengungsi Suriah.

Namun, sikap warga setempat terhadap pengungsi mulai bergeser. Hal itu ditandai dengan menurunnya rasa solidaritas terhadap pengungsi, kata satu laporan yang dikeluarkan badan pengungsi PBB, UNHCR.

Pergeseran sikap ini terjadi di tengah naiknya inflasi dan harga pangan di Turki. Pada September, harga makanan di Turki rata-rata naik hingga 30%.

Dalam wawancara dengan The Washington Post, pakar Turki di lembaga kajian Brooking Institution, Kemal Kirisci, mengatakan warga di Turki mulai memandang "pengungsi sebagai penyebab persoalan yang saat ini dihadapi Turki".

Survei yang dilakukan UNHCR memperlihatkan, 80% warga di Turki berpendapat "pengungsi Suriah bisa hidup enak karena mendapat subsidi dari pemerintah Turki".

Namun pada kenyataannya, kata Kirisci, kurang dari setengah dari para pengungsi menerima bantuan sekitar US$12 per satu anggota keluarga per bulan. Jumlah ini, menurut Kirisci, pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Pemerintah Turki menyadari adanya pergeseran sikap tersebut dan dilaporkan telah mengambil sejumlah langkah untuk meredam sentimen anti imigran Suriah.

Agustus lalu, aparat keamanan menahan 76 orang setelah mereka kedapatan menyerang satu tempat di ibu kota Ankara yang banyak didiami pendatang asal Suriah.

Massa ketika itu merusak mobil dan bisnis milik warga Suriah. Mereka juga meneriakkan yel-yel mengecam pendatang dari Suriah.



Simak Video "Wisatawan Bromo Ngaku Dipalak Oknum Ojek Kuda Gegara Merekam Tanpa Izin"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA