Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 27 Nov 2021 23:23 WIB

TRAVEL NEWS

Di Desa Wisata Ini WR Soepratman Lahir

Rinto Heksantoro
detikTravel
Desa Somongari
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo -

Para pelaku wisata yang terdiri dari berbagai komunitas menjelajahi desa wisata tempat Sang Komponis Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman dilahirkan. Selain untuk promosi, hal tersebut juga dilakukan untuk menggugah kembali dunia pariwisata yang sempat tertidur lama karena pandemi COVID-19.

Peserta terdiri dari Generasi Pesona Indonesia (GenPI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola desa wisata serta awak media. Kegiatan didukung sepenuhnya oleh Forum Komunikasi Desa Wisata Purworejo yang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo. Sejak pagi hingga sore mereka menjelajahi desa Wisata Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo pada Sabtu (27/11/2021).

Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Purworejo Sekaligus Ketua Pokdarwis Desa Somongari, Hari Purwanto menegaskan bahwa kegiatan itu dilakukan untuk untuk promosi sekaligus menggugah kembali dunia pariwisata yang sempat tertidur lama karena pandemi COVID-19.

"Betul, eksplor untuk mengenalkan Somongari, terlebih selama pandemi COVID-19 aktivitas pariwisata bisa dibilang close, nah ini untuk membangkitkan kembali," kata Hari Purwanto saat ditemui detikcom di Balai Desa Somongari, Sabtu (27/11/2021).

Desa Somongari sendiri, Hari menambahkan, merupakan tempat kelahiran Sang Komponis Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman. Di rumah berukuran 8x9 meter yang terletak di Dusun Trembelang, pada tanggal 19 Maret 1903 Wage dilahirkan. Dia merupakan anak pasangan Joemeno Kartodikromo, seorang tentara KNIL Belanda, dan ibunya bernama Siti Senen. Wage nama depan menandakan dia dilahirkan pada hari pasaran Wage berdasarkan penanggalan Jawa.

Desa SomongariDesa Somongari. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Rumah yang berdiri di atas lahan seluas 400 meter persegi itu, kini menjadi rumah sejarah yang masih terawat dengan baik. Sejak 2016, Desa Somongari juga telah ditetapkan sebagai desa wisata.

"Sejak 2016 jadi desa wisata, spot andalannya adalah memorial house WR Soepratman karena beliau adalah pahlawan nasional dari Somongari kemudian yang kedua adalah festival budaya Jolenan Somongari yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Curug Silangit juga wisata alam yang juga menjadi potensi yang saat ini juga kita kembangkan," imbuhnya.

"Ketika hamil 7 bulan, ibu dari WR Soepratman namanya Mbok Senen pulang ke Somongari hingga akhirnya melahirkan WR Soepratman. Kemudian setelah 40 hari diboyong ke Batavia. Jadi lahirnya di Somongari bukan di Jakarta, dan Pengadilan Negeri Purworejo pada bulan Maret 2007 telah menetapkan bahwa WR Soepratman dilahirkan di Somongari," ucap Hari menambahkan.

Seluruh peserta yang ikut menjelajah desa wisata itu dikenalkan berbagai potensi yang ada mulai dari kuliner khas tradisional, sentra produksi gula semut dan gula kelapa, pembibitan buah manggis, atraksi incling hingga menengok Memorial House WR Soepratman. Selain disuguhkan kesenian incling, para peserta juga disuguhi buah durian. Diketahui, desa ini juga merupakan salah satu sentra penghasil buah durian terbesar di Purworejo.

Desa SomongariFoto: Rinto Heksantoro/detikcom

Tujuan lain dari kegiatan itu, Hari melanjutkan, adalah untuk mengedukasi masyarakat desa wisata. Di sisi lain, acara tersebut juga bertujuan untuk mengenalkan potensi yang ada agar wisata di Purworejo semakin maju.

"Secara internal mengedukasi masyarakat desa wisata untuk bisa memberikan pelayanan secara prima dan peduli dengan potensi wisata yang ada untuk bisa dikelola dengan baik. Secara eksternalnya lebih mengenalkan potensi wisata agar tentunya masyarakat luar lebih tahu dan bisa di-combine dengan baik untuk memajukan pariwisata Purworejo," lanjutnya.

Hari pun berharap agar semua pelaku wisata termasuk stakeholder terkait bisa saling bergandengan tangan, demi memajukan pariwisata Purworejo.

"Ketika akses mulai dibuka, mestinya semua pelaku wisata, semua stakeholder harus bersatu padu bersama-sama untuk memajukan wisata di Purworejo, harapannya wisata Purworejo lebih terkenal," sebutnya.

Desa SomongariFoto: Rinto Heksantoro/detikcom

Sementara itu, salah satu peserta, Liana Larasati (26) menuturkan bahwa dirinya baru pertama kali mengunjungi desa wisata Somongari. Ia merasa senang dan bangga lantaran bisa singgah di rumah bersejarah dimana WR Soepratman dilahirkan.

"Sebelumnya belum pernah kesini, baru pertama kali, ke rumah WR Soepratman juga baru pertama kali tadi foto-foto juga pas di sana. Seneng ya bisa melihat langsung petilasan WR Soepratman seorang pahlawan nasional yang ternyata orang asli Somongari dan bisa mengharumkan nama bangsa," tuturnya.

"Kami berharap desa wisata Somongari lebih berbenah lagi agar nanti bisa menerima wisatawan dengan lebih baik," pungkasnya.



Simak Video "Kala Lahan Jati Disulap Jadi Taman Edukasi"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA