Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Des 2021 06:41 WIB

TRAVEL NEWS

Gegara Omicron, Jepang Hentikan Reservasi Penerbangan Selama Sebulan

Femi Diah
detikTravel
Jepang larang warga negara asing masuk ke wilayahnya gegara varian Omicron yang bikin geger dunia. Imbas larangan itu, aktivitas di Bandara Haneda tampak sepi.
Ilustrasi penerbangan di Jepang (Getty Images/Carl Court)
Jakarta -

Jepang mewaspadai betul virus Corona varian Omicron. Maskapai-maskapai diminta berhenti menerima booking atau reservasi penerbangan masuk Jepang hingga sebulan ke depan.

Dilansir dari AFP, sejauh ini sudah dua kasus varian Omicron terkonfirmasi di wilayah Jepang. Kasus varian Omicron kedua terdeteksi dari seorang pelancong yang baru tiba dari Peru, sehari setelah mengonfirmasi kasus varian Omicron pertama di wilayahnya. Asal kewarganegaraan traveler itu tidak diungkap.

Adapun, kasus pertama varian Omicron di Jepang diumumkan pada Selasa (30/11) waktu setempat. Yang terdeteksi adalah pada seorang pria yang tiba dari Namibia.

"Kami telah meminta maskapai-maskapai penerbangan untuk berhenti menerima semua reservasi penerbangan masuk yang baru selama satu bulan mulai 1 Desember," ujar seorang pejabat Kementerian Transportasi Jepang.

Pejabat yang tidak disebut namanya itu menambahkan bahwa booking penerbangan ke Jepang yang dilakukan sebelum batas waktu itu tidak akan terdampak.

Pemerintah Jepang memang tengah memperketat langkah-langkah pengendalian perbatasan yang sudah ketat. Di antaranya, dengan melarang masuk semua warga negara asing dari 10 negara Afrika bagian selatan. Varian Omicron yang pertama terdeteksi di Afrika Selatan ini ditetapkan sebagai 'variant of concern' oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Aturan karantina juga diperketat untuk warga negara Jepang dan penduduk asing yang datang dari belasan negara lainnya.



Simak Video "Omicron Menyebar Cepat, PM Jepang Umumkan Fokus Perawatan Dalam Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA