Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 05 Des 2021 13:15 WIB

TRAVEL NEWS

Gunung Semeru Erupsi, Bandara dan Kereta Api Masih Normal

bonauli
detikTravel
Masa larangan mudik akan berlaku mulai 6-17 Mei. Bandara Juanda Surabaya menerapkan tiga momen pengetatan.
Bandara Juanda (Istimewa)
Jakarta -

Erupsi Gunung Semeru terjadi Sabtu (4/12) lalu. Hingga kini PT KAI (Persero) mamastikan perjalanan kereta api masih normal.

"Operasional KAI sampai dengan saat ini berjalan aman dan lancar," jelas VP Public Relations KAI Joni Martinus, Minggu (5/12) dikutip dari CNN.

Secara terpisah, lewat akun sosial media KAI, mereka menyampaikan perjalanan KA dari dan ke Surabaya, Malang, Jember, dan Banyuwangi berjalan normal.

Hal senada pun disampaikan oleh pihak Bandara Juanda. BMKG Kelas I Juanda memastikan belum ada dampak pada penerbangan dari atau ke Bandara Juanda.

"Debu vulkanik belum masuk Bandara Juanda, belum ada dampak sejauh ini," ujar Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan kepada detikcom.

Taufiq mengatakan, berdasarkan kecepatan angin dari permukaan gunung (5.000 feet atau kaki), bergerak ke arah timur dengan kecepatan 10-20 km/jam. Sementara itu, pada ketinggian 10 ribu feet, angin bergerak ke utara dengan kecepatan 00-05 km/jam.

"Diperkirakan 6 jam ke depan pergerakan debu vulkanik cenderung mengarah ke arah barat hingga barat daya. Itu yang bisa kami sampaikan untuk saat ini," tandasnya.

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) sore. Saat ini, sebanyak 902 orang mengungsi dan delapan kecamatan dan sejumlah desa di Kabupaten Lumajang terdampak erupsi.

Informasi terakhir, BNPB menyatakan sebanyak 13 orang meninggal dan baru 2 di antaranya berhasil teridentifikasi. Selain itu, terdapat 41 orang luka-luka.

Kebanyakan korban mengalami luka bakar. Mereka kini telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal.

Selanjutnya mereka dirujuk menuju RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara. Sementara itu, warga luka lainnya ditangani pada beberapa fasilitas kesehatan, yaitu 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal di antaranya terdapat dua orang ibu hamil.

BPBD Kabupaten Lumajang meminta masyarakat dan pengunjung untuk tidak beraktivitas pada jarak 1 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.

Simak Video 'Kepanikan Warga di Curah Kobokan Saat Ada Hujan Abu Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA