Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 13 Agu 2022 09:30 WIB

TRAVEL NEWS

Populer: Kisah Pria yang Terjebak 2,5 Hari di Dasar Samudera dan Selamat

Tim detikcom
detikTravel
Kisah Harrison Okene
Okene yang selamat setelah terjebak 2,5 hari di dasar Samudera Atlantik (dok.Istimewa)
Jakarta -

Harrison Okene tidak akan pernah melupakan hari dimana dia terjebak selama 2,5 hari di dasar Samudera Atlantik. Ajaibnya, dia bisa bertahan hidup dan selamat.

26 Mei 2013. Hari yang tidak akan bisa dilupakan oleh Harrison Okene (29) seumur hidupnya. Okene bekerja sebagai juru masak di kapal Jascon-4, kapal tugboat yang biasa bertugas menarik kapal tanker Chevron yang bermuatan minyak di pesisir pantai Nigeria.

Hari itu cuaca sangat buruk. Hujan deras turun tanpa henti, disertai dengan gelombang besar di lautan. Dihajar gelombang tinggi bertubi-tubi, kapal Jascon-4 akhirnya limbung juga.

Jam 05.00 pagi waktu setempat, kapal itu terbalik dan mulai tenggelam. Air laut masuk membanjiri kapal. Saat bencana itu terjadi, Okene baru saja bangun tidur dan sedang berada di toilet.

"Hari itu cuaca buruk sekali. Kami sudah berlayar bertahun-tahun. Kami tahu lautan dan tidak pernah menghadapi masalah sebelumnya. Sebelum kami tahu, kami sudah tenggelam," kisah Okene kepada 9News, dikutip Kamis (11/8/2022).

Okene tidak bisa kabur. Beberapa pintu kapal sengaja dikunci mati untuk menghindari serangan perompak. Okene berlari menuju ke kabin kru kapal, tapi terhalang air yang makin meninggi. Dia akhirnya bertahan di area toilet

Keajaiban muncul. Kantong udara terbentuk di ruangan kapal dimana Okene memilih untuk bertahan. Okene pun bisa bernafas, meski seisi kapal sudah tenggelam ke dalam lautan.

"Di dalam lautan, air sangat-sangat dingin. Saya berjuang untuk tetap hidup. Saya membayangkan, berapa lama kantong udara ini bisa menyelamatkan saya. Saya berdoa banyak sekali. Saya memikirkan keluarga dan istri saya. Apa yang akan terjadi nanti," kata Okene.

Selama di dalam kapal, Okene mendengar suara-suara mengerikan seperti gigitan ikan yang sedang makan sesuatu. Okene tidak tahu itu hiu atau bukan karena di dalam lautan gelap gulita.

60 Jam berlalu, Okene tiba-tiba mendengar suara ketukan. Makin lama ketukan itu makin sering. Kemudian dia melihat nyala terang lampu senter.

Penyelamatan yang Panjang dan Berbahaya

Lampu senter yang dilihat Okene itu rupanya milik penyelam dari Afrika Selatan, Nico van Heerden. Nico bersama tim penyelamat dari DCN dikirim oleh Chevron untuk mencari korban dari kapal Jascon-4 yang tenggelam.

Mereka sudah menemukan 10 mayat, namun yang ke-11 belum ditemukan. Ternyata korban ke-11 adalah Okene, yang ternyata masih hidup.

"Ketika dia datang, saya langsung menangis. Dia tidak tahu apa yang saya pikirkan. Saya sudah pasrah, apakah akan hidup atau mati, tidak masalah. Saya sudah siap mati, tapi Tuhan mendengar doa saya," ujar Okene.

Alex Gibbs, teknisi selam yang membantu proses penyelamatan itu mengingat misi mencari Okene sebagai misi yang sulit dan panjang.

"Saya terkejut dan juga sedikit senang. Sungguh sangat tidak terduga, setelah 3 hari pencarian dan semua mayat sudah terangkat. Tidak ada yang menyangka ada yang masih hidup. Tapi ada banyak kekhawatiran," ujar Gibbs.

Okene terjebak di kedalaman 30 meter di dasar samudera. Dia membutuhkan waktu pemberhentian untuk mencegah penyakit dekompresi. Yang lebih parah lagi, Okene sama sekali tidak pernah menyelam sebelumnya.

"Berlawanan dengan apa yang dipercayai orang, jika kamu terjebak dalam ruangan, kamu tidak akan mati kekurangan oksigen. Kamu akan mati karena menghirup udara yang kamu keluarkan sendiri karena itu mengandung CO2," terang Gibbs.

Teknisi pun berpikir keras bagaimana caranya mengangkat Okene ke permukaan air. Mereka akhirnya mengganti isi tabung Okene dengan campuran gas Helium dan Oksigen, yang mana itu bukan praktik yang lazim di dunia diving. Campuran gas itu untuk mencegah Okene mengalami hypercapnia.

Okene Selamat dan Kini Malah Jadi Penyelam

Meski tidak pernah menyelam sebelumnya, Okene rupanya punya bakat menyelam. Setelah dipakaikan baju dan alat selam, entah bagaimana caranya Okene berhasil muncul ke permukaan dan dievakuasi dari dasar lautan.

Setelah sampai di daratan, dia langsung dimasukkan ke dalam alat yang disebut Diving Bell yang diberi tekanan, lalu dikunci di dalam bilik dekompresi selama beberapa hari. Gibbs terus memantau kondisi Okene. Dia bertindak juga sebagai perawat Okene

Setelah 3 hari, Okene sudah berhasil melewati dekompresi dan diizinkan keluar. 9 Tahun berselang, Gibbs tidak pernah lagi menjalani misi penyelamatan seperti yang dilakukan kepada Okene.



Simak Video "Warga Bermuda Bersiap-siap Diterpa Siklon Tropis Fiona"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA