×
Ad

Airbus A320 Recall, Ini Pernyataan AirAsia dan Citilink

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Sabtu, 29 Nov 2025 17:16 WIB
Foto: Airbus
Jakarta -

Recall pesawat Airbus A320 berdampak pada penerbangan Indonesia. Maskapai-maskapai di Indonesia akan mematuhi Airworthiness Directive (AD) mendesak yang diterbitkan oleh European Union Aviation Safety Agency (EASA) pada 28 November 2025 dan berlaku efektif 29 November 2025 pukul 06.59 WIB.

Sesuai mandat internasional ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) telah menginstruksikan seluruh maskapai untuk memastikan komputer Aileron Elevator Computer (ELAC) berada dalam kondisi layak pakai sebelum penerbangan selanjutnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, AirAsia Aviation Group telah memulai proses implementasi rollback perangkat lunak yang diwajibkan terhadap armada yang terdampak di tingkat Grup mulai 29 November 2025.

Menindaklanjuti mandat regulator, Indonesia AirAsia segera melakukan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh armada Airbus A320 Family yang dioperasikan. Hasil verifikasi AirAsia memastikan bahwa komponen perangkat lunak spesifik yang menjadi objek AD EASA tersebut tidak terpasang pada pesawat Indonesia AirAsia.

"Oleh karena itu, seluruh pesawat Indonesia AirAsia dinyatakan tetap layak dan aman untuk beroperasi, dan tidak memerlukan proses rollback perangkat lunak," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman.

Maskapai lain, Citilink menyatakan pihaknya senantiasa mematuhi seluruh regulasi dan instruksi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan, termasuk mandat dari European Union Aviation Safety Agency (EASA) mengenai pengoperasian pesawat Airbus A320 dengan komponen Elevator Aileron Computer (ELAC) yang layak terbang.

Citilink Foto: Citilink

"Saat ini Citilink tengah melakukan koordinasi internal untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar keselamatan penerbangan yang berlaku. Sehubungan dengan penyesuaian operasional yang mungkin terjadi, Citilink mengimbau seluruh penumpang untuk dapat memeriksa kembali jadwal penerbangannya," ujar Corporate Secretary & CSR Group Head PT Citilink Indonesia Tashia Scholz.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa sebelumnya menyatakan kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan gangguan penerbangan mengingat banyaknya pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia dan juga armada sejenis di seluruh dunia.

Ditjen Hubud telah berkoordinasi dengan 6 maskapai penerbangan di Indonesia yang mengoperasikan pesawat terbang dengan jenis A320, yaitu Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia Airasia, Pelita Air dan Transnusa. Total pesawat berjumlah 207 pesawat dan yang beroperasi sebanyak 143 pesawat, sedangkan pesawat yang terdampak dengan perintah Kelaikudaraan ini berjumlah 38 pesawat, lebih kurang 26 % dari total pesawat yang beroperasi.

Pihak maskapai sedang melakukan perbaikan pesawat yang terdampak dalam rangka memenuhi perintah Kelaikudaraan ini dan segera melakukan mitigasi jika terjadinya penundaan maupun pembatalan penerbangan. Perbaikan pesawat terdampak diperkirakan akan memerlukan waktu 3 hingga 5 hari sejak informasi ini diterbitkan.

"Kami menghimbau kepada masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan pada tanggal 30 November sampai dengan 4 Desember 2025, agar segera melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan pada masing-masing Airline," kata Lukman.

Lukman juga menyampaikan agar seluruh pengelola bandar udara dan maskapai penerbangan melakukan penyesuaian operasional secara cermat apabila terjadi penundaan (delay) dan pembatalan (cancel) penerbangan dengan tetap memprioritaskan keselamatan penerbangan sebagai aspek utama serta memastikan seluruh prosedur mitigasi risiko dijalankan secara konsisten.



Simak Video "Video: Bos AirAsia Bilang Indonesia Punya Potensi Wisata Tak Terbatas"

(ddn/ddn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork