Indonesia mencatat pencapaian positif untuk konservasi giant panda. Satu bayi panda raksasa berhasil lahir dari pasangan yang dibawa dari China pada 2017.
Bayi giant panda itu diberi nama Satrio Wiratama. Panda itu lahir pada 27 November 2025. Di momen 40 hari Satrio lahir ini, Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor resmi mengumumkan ke khalayak luas atas keberhasilannya itu.
"Indonesia memperoleh kepercayaan menjadi negara ke-16 untuk mendapat panda," ujar founder TSI Jansen Manansang dalam acara 'Public Announcement The First Giant Panda Cub Born in Indonesia' di TSI Bogor, Selasa (6/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan lahirnya Satrio ini, Jansen menegaskan bukan hanya sekadar kabar baik saja bagi sektor konservasi di Indonesia. Tetapi juga menjadi penguat hubungan antara Indonesia dengan China. "Nah inilah satu simbol keberhasilan daripada konservasi di Indonesia," kata dia.
Untuk di kawasan Asia sendiri, giant panda ini hanya terdapat di beberapa kebun binatang saja, di antaranya: Kobe Oji Zoo, Ueno Zoological Gardens, Adventure World yang berada di Jepang. Kemudian Singapore River Safari di Singapura, Zoo Negara di Malaysia. Adapun Chiang Mai Zoo di Thailand, Taipei Zoo di Taiwan, Ocean Park di Hong Kong, Everland di Korea Selatan, dan tentunya untuk di Indonesia terdapat di TSI Bogor.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan rasa bahagia terkait kelahiran Satrio. Sebagai sebuah keberhasilan mampu mengembangbiakkan spesies yang terancam punah itu.
Satrio lahir dari sepasang giant panda bernama Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina). Raja Juli menyebut nama Satrio itu diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan arti yang sangat gagah.
Dan kebanggaan akan lahirnya Satrio di Nusantara ini merupakan buah dari proses yang sangat panjang. Dengan berbagai kegagalan yang dilewati hingga akhirnya di penghujung tahun 2025, Indonesia melalui TSI Bogor berhasil melahirkan bayi giant panda.
"Nama yang sangat indah, nama yang sangat bermakna yaitu Satrio Wiratama. Satrio artinya adalah ksatria, pemberani, mulia, dan berbudi," kata Raja Juli.
"Ada empat kali usaha untuk perkawinan yang normal tapi (gagal), akhirnya kita memiliki ART Assisted Reproductive Technology atau disebut dengan sederhananya bayi tabung. Dan akhirnya pada tanggal 27 November 2025, Rio kemudian lahir sekitar jam lima sore di tempat ini," ujar dia.
Dengan rasa bangga menyambut bayi Satrio yang lahir di Indonesia itu, Raja Juli menegaskan momentum ini sebagai tonggak sejarah yang baik bagi konservasi giant panda di dunia sekaligus mempererat tali diplomasi Indonesia-China.
"Kelahiran panda ini tidak hanya kelahiran satwa yang luar biasa pentingnya di muka bumi, tapi juga menimbulkan kuatnya hubungan diplomasi antara Indonesia dan Republik Tiongkok," ujar Raja Juli.
Artikel ini menjadi artikel terpopuler detikTravel, Kamis (8/1/2026). Simak juga artikel terpopuler lainnya di bawah ini:
- Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
- Dulu Bekas Tambang Kapur, Kini Menjelma Jadi Wisata Alam Eksotik
- Kesaksian Pilot: Ini Rute Penerbangan Paling Menantang di Indonesia
- Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
- Geger Pura di Tengah Pengerukan Bukit Kapur Kampial, Proyek Diperiksa
- 10 Penginapan Paling Ajaib yang Bikin Kamu Pengen Langsung Booking
- Terungkap! Motif Nisa Nyamar Jadi Pramugari Batik Air: Ingin Senangkan Ortu
- Jejak Chastelein di Depok: Dari Gemeente ke RS Harapan yang Kini Kosong
- 5 Taman Hiburan Bakal Dibuka Tahun 2026, Istana Frozen-Resor Pokemon
- 4 Daftar Bandara yang Paling Bikin Stres Traveler
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Bukan Hanya Wisatawan, Menkes Juga Merasa Berat Bayar Tiket Pesawat