Kasus pengerukan bukit batu kapur yang menyisakan sebuah pura di Desa Adat Kampial, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, kini diperiksa Satpol PP Bali. Proyek itu dinilai melanggar perizinan tata ruang.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, menegaskan keberadaan pura di tengah area proyek harus mendapat perhatian khusus, baik dari sisi estetika, keselamatan, maupun kelestariannya.
"Seharusnya dibuat lebih elegan, jangan seperti roti tart. Keamanan dan kelestarian pura juga harus dipertimbangkan," ujar Dharmadi saat ditemui di Denpasar, Selasa (6/1/2026), dikutip dari detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dharmadi menjelaskan pemeriksaan mencakup administrasi tata ruang, kesesuaian dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), serta kelengkapan dokumen perizinan lainnya. Hasil pemeriksaan Satpol PP Bali dan Satpol PP Badung akan dikompilasi untuk disampaikan kepada Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Agraria, dan Pertanahan (TRAP) DPRD Bali.
"Iya, yang di Kampial itu termasuk. Keberadaan pura tentu wajib kita jaga dan lestarikan," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Suparta, menyoroti keberadaan pura di tengah aktivitas pengerukan yang dinilainya menimbulkan kesan kesenjangan antara kegiatan komersial dan tempat suci.
"Kami melihat pura ini seolah-olah ditempatkan di tengah kegiatan komersial, sehingga menimbulkan kesan adanya kesenjangan," ujar Suparta.
Pansus TRAP DPRD Bali juga telah menyetop pengerukan bukit kapur di Desa Adat Kampial saat inspeksi mendadak pada Selasa (30/12/2025). Proyek tersebut dihentikan karena tidak mengantongi izin.
"Tim pansus menyatakan kegiatan ini bodong karena tidak memiliki izin. Kami akan dalami," ujar Suparta.
Artikel ini menjadi artikel terpopuler detikTravel, Jumat (9/1/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:
- Dulu Bekas Tambang Kapur, Kini Menjelma Jadi Wisata Alam Eksotik
- Bandara dan Maskapai Terbaik 2025: Istanbul dan Qatar Airways Jadi Juaranya
- Mengapa Ada Patung Dwarapala Pemakan Manusia di Pintu Utara GBK?
- Kisah 2 Predator Terbesar di Jawa: Macan Tutul-Harimau Jawa yang Beda Nasib
- Korsel Akui Kecelakaan Jeju Air Bisa Dicegah Bila Tak Ada Beton di Landasan
- Gagahnya Sang Garuda yang Hidup Lestari di Langit Bromo
- Buktikan Kepercayaan China, Indonesia Sukses Lahirkan Giant Panda
- Aturan Baru, Thailand Tutup Lebih 7.000 Kafe Ganja
- Mulai Februari 2026, Thailand Bakal Pungut Biaya Layanan Bandara Rp 13 Ribuan
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?
Fadli Zon Serahkan SK buat Tedjowulan, Keraton Solo Bergejolak