Taman Safari Indonesia (TSI) bekerja sama dengan sebuah kebun binatang Jepang. Seekor orangutan diterbangkan, untuk dijodohkan dengan seekor pejantan di sana.
Pada Jumat (16/1/2026), TSI mengadakan press conference dengan tema Global cooperation for orangutan conservation TSI dan Tobe Zoo. Bertempat di Rainforest Restoran, acara itu dihadiri oleh Gubernur Prefektur Ehime Tokihiro Nakamura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangannya disambut dengan pengalungan bunga oleh seekor gajah. Nakamura yang saat itu mengenakan kemeja putih dan celana hitam, dikalungi karangan bunga pink ke lehernya oleh gajah. Ditemani oleh penerjemah, senyumnya mengembang puas. Ada keberhasilan yang dirayakan bersama TSI.
Pengalungan bunga oleh gajah kepada Gubernur Prefektur Ehime Tokihiro Nakamura Foto: Bonauli |
Sambutan pertama diberikan oleh Founder TSI Jansen Manansang (83). Dengan narasi singkat, ia menjelaskan bahwa TSI dan Tobe Zoo di Prefektur Ehime berhasil menjalankan program Coorperative Breeding untuk orangutan bernama Jennifer.
"Program breeding ini untuk meningkatkan satwa dan hubungan antara Indonesia dan Jepang," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa program ini mengutamakan riset untuk kedua negara. Apalagi, Jepang terkenal dengan kecanggihan teknologinya dalam pengembangan riset. Ibaratnya, Jepang memberi dukungan dengan teknologi, sementara Indonesia memberikan keanekaragaman hayati.
Acara ini juga dihadiri oleh Kementerian Kehutanan serta BKSDA. Jennifer dikirim ke sana dengan "misi perjodohan", sehingga Tobe Zoo dalam melestarikan satwa orangutannya. Di sana seekor pejantan menunggu, namanya Hayato. Mereka sama-sama satwa dewasa yang berusia matang, sekitar 10-15 tahun.
Ada empat pilar yang menjadi tiang program ini, yaitu memperdalam kerjasama sebagai organisasi internasional, mendorong integrasi lintas budaya yang ramah antar Jepang dan Indonesia, mendorong penelitian ilmiah lintas negara dan mendorong industri terutama pariwisata.
"Harapannya kerja sama ini bisa bekerja sama terus dan memiliki hubungan baik dengan Jepang," pungkasnya.
(bnl/ddn)













































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Tragedi Papua, Penerbang Senior Angkat Bicara soal Risiko Terbang di Daerah Rawan