Berjam-jam tertahan di dalam kereta akibat banjir Pekalongan, penumpang mengeluhkan ketidakpastian dan waktu tempuh yang molor hingga belasan jam.
Sejumlah perjalanan kereta api rute Jawa Tengah-Jakarta mengalami hambatan akibat banjir di wilayah Pekalongan. Kereta kesulitan melewati kawasan banjir yang berimbas pada terhambatnya sejumlah perjalanan.
Berjam-jam berada di atas rel tanpa kepastian menjadi pengalaman yang sulit dilupakan bagi para penumpang kereta api yang terdampak banjir di Pekalongan. Kereta yang seharusnya melaju sesuai jadwal justru terjebak di beberapa titik dan berhenti berkali-kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi di dalam kereta juga perlahan berubah, dari yang awalnya masih tenang dan mengikuti instruksi dari petugas kereta, lama-kelamaan mulai jenuh dan membosankan.
"Kereta sempat stuck di beberapa stasiun bisa sampai 2-3 jam. Posisi kereta saya kelas ekonomi dengan kursi tegak, pegalnya bukan main," ujar Rizkha, salah seorang penumpang Kereta Airlangga kelas Ekonomi dalam keterangan tertulis kepada detikTravel, Senin (19/1/2026).
Sejumlah penumpang hanya bisa duduk, berdiri, atau mondar-mandir di lorong kereta yang sempit tanpa kepastian yang jelas. Ditambah lagi sejumlah fasilitas dalam kereta tidak menunjang kebutuhan penumpang dengan baik.
Rizkha, salah seorang penumpang Kereta Airlangga Kelas Ekonomi membagikan pengalamannya saat terjebak selama 17 jam dalam perjalanan dari Semarang menuju Jakarta.
Fasilitas di Dalam Kereta Tidak Mendukung
Ia menjelaskan bahwa kereta cukup lama tertahan di beberapa lokasi, berhenti berkali-kali di stasiun-stasiun kecil hingga berjam-jam lamanya. Selain itu, fasilitas dalam kereta juga tidak terlalu mendukung.
Mulai dari toilet dalam kereta kehabisan air, kotor, dan bau. Air Conditioner (AC) tidak berfungsi dengan baik, kursi kelas Ekonomi yang tegak dan keras menjadi tantangan yang berat selama menunggu di dalam kereta.
"Toilet airnya bermasalah, keluarnya kecil banget, terus juga bau dan kotor karena keseringan dipakai penumpang dan sepertinya tidak dibersihkan," jelas Rizkha.
Kondisi ini membuat penumpang harus menunggu kereta berhenti di stasiun terdekat untuk menggunakan toilet stasiun ketika hendak buang air. "Agak repot ya harus turun di stasiun, tapi mau gimana lagi," keluhnya.
Rizkha juga menjelaskan bahwa beberapa penumpang sudah meminta pihak kereta menurunkan suhu AC karena kondisi kereta yang panas dan pengap, namun petugas kereta tidak mengindahkan permintaan tersebut.
"Sebenarnya dari semalam penumpang lain sudah banyak minta petugas turunin suhu AC karena panas banget, tapi sampai pagi ini belum juga diturunin," tambahnya.
Situasi serupa juga dirasakan sejumlah penumpang di kereta lain, Istianah, penumpang Kereta Padalungan rute Jember-Gambir juga mengeluhkan hal yang sama. "Air di toilet kereta kecil banget, jadi agak susah kalau mau buang air," jelas Istianah dalam keterangan tertulis.
"Perjalanan berjam-jam berhasil menguras energi dan emosi, untuk beberapa penumpang lain juga menghambat kegiatan mereka kayak kerja atau kuliah," tambahnya
Meski pihak KAI memberikan kompensasi berupa makanan dan minuman secara gratis kepada penumpang. Penumpang menilai solusi ini belum sesuai dengan waktu dan tenaga yang telah terbuang akibat menunggu hingga belasan jam. Parahnya, terdapat beberapa penumpang yang tidak mendapatkan kompensasi makanan karena kehabisan persediaan.
"Ini bagaimana staf keretanya? masa imas banjir Pekalongan yang dikasih kompensasi makan cuma setengah penumpang? yang setengah penumpang lain dibiarin. Posisi lagi naik KA Brantas 151 (BL-PSE). Kereta terlambat 10 jam 29 menit. Masa harus viral dulu? Posisi lagi lapar mohon maaf," tulis akun @kokokrunch2nd dalam cuitan aplikasi Thread, dilihat detikTravel, Senin (19/1).
Sejumlah penumpang menyatakan koordinasi pihak KAI dan penumpang belum maksimal. Mereka terjebak di atas kereta selama berjam-jam tanpa penjelasan dan kepastian yang jelas. Hal ini tentu menimbulkan rasa frustasi dan cemas yang dirasakan penumpang, terlebih penumpang kereta yang harus melakukan aktivitas lain di tempat tujuan.
"Lebih ke cemas karena harus kerja di hari Senin, tapi sampai tengah malam kereta masih stuck dan baru sampai di Jakarta jam setengah 10 pagi, alhasil telat ngantor karena kereta delay berjam-jam," ungkap Rizkha.
Penumpang berharap ke depannya pihak KAI bisa memperbaiki komunikasi dan informasi kepada penumpang untuk lebih bersiap-siap terhadap kondisi yang akan terjadi, selain itu penumpang meminta KAI memberikan solusi yang lebih pasti tidak hanya meminta penumpang menunggu yang belum jelas.
Simak Video "Video: Banjir di Pekalongan, 23 Perjalanan KA Dibatalkan"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Kalau Budget Bukan Jadi Masalah, Mau Liburan ke Mana?
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia
Heboh Penampakan Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kali di 2026