Pakar Transportasi: Antisipasi Cuaca Ekstrem Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pakar Transportasi: Antisipasi Cuaca Ekstrem Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran

Qonita Hamidah - detikTravel
Rabu, 21 Jan 2026 16:16 WIB
Pakar Transportasi: Antisipasi Cuaca Ekstrem Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran
Pakar transportasi, Bambang Susantono (Qonita Hamidah/detikTravel)
Jakarta -

Pakar transportasi menilai antisipasi cuaca ekstrem dan informasi real-time menjadi kunci kesiapan sistem transportasi menghadapi mudik Lebaran musim hujan.

Pakar Transportasi dan Perkotaan Prof. Ir. Bambang Susantono, M.C.P., M.S.C.E., Ph.D menekankan pentingnya antisipasi cuaca ekstrem dalam menghadapi arus mudik Lebaran tahun depan 2027 yang diperkirakan jatuh pada Februari, bertepatan dengan tingginya intensitas hujan.

Menurutnya, kesiapan sistem transportasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan pemerintah dan operator dalam merespons risiko cuaca yang semakin tidak menentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang paling penting adalah kita harus dapat mengantisipasi kondisi-kondisi yang berhubungan dengan cuaca ekstrem," ujar Bambang kepada detikTravel, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, potensi hujan lebat hingga banjir harus direspons dengan menyiapkan contingency plan yang jelas, terutama terkait jalur-jalur transportasi alternatif yang tetap dapat digunakan saat terjadi gangguan.

ADVERTISEMENT

Bambang menilai, keberadaan rencana darurat tersebut perlu dibarengi dengan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Dalam situasi tertentu, seperti banjir atau gangguan operasional, masyarakat perlu mendapatkan arahan mengenai rute yang aman dan moda transportasi yang masih dapat diandalkan.

Di sisi lain, ia melihat perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin adaptif terhadap informasi digital. Menurutnya, pemudik saat ini cenderung aktif mencari informasi sebelum bepergian.

"Sekarang masyarakat sudah benar-benar menggunakan informasi di era digital. Sebelum melakukan perjalanan, mereka cek dulu hari ini hujan atau tidak," katanya.

Kebiasaan tersebut juga terlihat pada pengguna transportasi publik. Penumpang KRL, misalnya, kerap memantau informasi gangguan perjalanan sebelum berangkat.

Hal serupa diharapkan dapat terus ditingkatkan oleh operator moda lain, termasuk layanan bus rapid transit seperti TransJakarta, dengan menyediakan informasi real-time yang akurat dan mudah diakses.

"Dengan informasi itu kita bisa menyesuaikan perjalanan kita," kata Bambang. Ia menegaskan, kelancaran arus mudik di tengah tantangan cuaca ekstrem tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas komunikasi dan informasi antara penyelenggara transportasi dan masyarakat.

Menurutnya, integrasi antara contingency plan yang matang dan sistem informasi transportasi yang responsif akan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pemudik pada Lebaran mendatang, khususnya ketika musim hujan masih berada pada puncaknya.




(wsw/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads