Salju Parah Lumpuhkan Bandara AS, Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Salju Parah Lumpuhkan Bandara AS, Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Rabu, 28 Jan 2026 13:07 WIB
Salju Parah Lumpuhkan Bandara AS, Penerbangan Dipulihkan Bertahap
Badai salju di Amerika Serikat. (REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta -

Dampak Badai Fern yang membawa salju dan es ke wilayah Amerika Serikat begitu berdampak. Diprediksi pemulihan tersebut akan dilakukan secara berkala.

Data situs pelacakan penerbangan FlightAware hingga saat ini mencatat belasan ribu penerbangan terdampak yang mengakibatkan pembatalan.

"Saya sama sekali tidak berpikir bahwa kita akan kembali normal hari ini atau besok," ujar profesor bidang operasi penerbangan di Thayer School of Engineering, Vikrant Vaze, dikutip dari USA Today, Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang akhir pekan lalu, maskapai-maskapai AS membatalkan lebih dari 15.700 penerbangan. Perusahaan analisis penerbangan Cirium bahkan mencatat Minggu sebagai hari dengan pembatalan terbanyak sejak pandemi COVID-19 dengan 45% penerbangan dibatalkan, jauh di atas rata-rata normal yang hanya sekitar 1%.

ADVERTISEMENT

Menurut Vaze, pemulihan operasional bisa memakan waktu beberapa hari, bahkan lebih lama bagi sebagian maskapai. Meski demikian, Cirium memproyeksikan pembatalan akan turun drastis menjadi kurang dari 1% pada 27 Januari dan nihil pembatalan pada 28 Januari.

"Dampaknya sangat bervariasi karena badai ini menghantam hampir semua maskapai dan bandara di seluruh negeri. Tidak sesederhana melihat kondisi cuaca di satu kota untuk memprediksi kapan semuanya kembali normal," kata dia.

Banyak pesawat dan kru masih berada di lokasi yang tidak sesuai akibat pembatalan beruntun. JetBlue, misalnya, menyatakan fokus memulihkan jadwal penerbangan secara aman, terutama di New York dan Boston yang terdampak parah.

Catatan FlightAware, hampir setengah penerbangan JetBlue dibatalkan pada hari Senin. Lebih dari 35 penerbangan ekstra pada Senin dan Selasa untuk membantu penumpang mengatur ulang perjalanan.

Sementara itu, American Airlines menyebut lima dari sembilan hub utamanya terdampak signifikan. Maskapai tersebut bekerja sama dengan otoritas federal untuk memulihkan operasi.

Vaze menggambarkan proses pemulihan penerbangan sebagai rangkaian syarat yang saling terkait. "Pesawat harus berada di bandara yang tepat, pilot harus tersedia dan tersertifikasi, jadwal perawatan harus terpenuhi, hingga memastikan penumpang dari penerbangan lanjutan tiba tepat waktu," ujarnya.

"Jika satu saja tidak terpenuhi, semuanya bisa gagal. Semuanya saling terhubung," ujar Vaze.

Gangguan ini juga sangat berdampak langsung pada penumpang. Banyak pelancong harus menghadapi penundaan panjang, menginap semalam, bahkan berjam-jam terjebak di dalam pesawat.

Salah satunya dialami Annie Yuen yang terbang dari Dallas ke Guatemala. Penerbangannya sudah tertunda sejak Jumat sebelum badai besar datang.

"Saat kami siap bergerak di landasan, embun beku mulai menumpuk," ujar Yuen.

Pesawat harus melalui proses penghilangan es, namun setelah itu pilot kehabisan jam terbang. Jadwal keberangkatan yang semula pukul 20.12 mundur hingga pukul 06.40 keesokan harinya. Meski disediakan hotel, salju dan proses de-icing tambahan membuat penumpang kembali menunggu di pesawat selama sekitar tiga setengah jam.

"Itu lebih lama dari durasi penerbangannya," kata dia.

Namun begitu pesawat akhirnya mengudara, suasana berubah. "Setelah kami berada di atas awan dan melihat matahari, rasanya luar biasa. Sangat melegakan," kata dia.




(upd/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads