Beberapa negara Asia seperti Thailand, Nepal, Taiwan, Vietnam hingga Myanmar menerapkan protokol kesehatan seperti masa pandemi Covid-19 di bandara demi mencegah penyebaran virus Nipah ke negaranya. Bandara Soekarno Hatta, sebagai gerbang udara utama dan terbesar di Indonesia juga mulai meningkatkan kewaspadaan.
Sejak ramainya berita penyebaran virus Nipah ini, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta pun mulai meningkatkan pengawasan terhadap penumpang internasional yang datang dari negara terjangkit. BBKK Soetta pun juga mengimbau traveler untuk selalu menjaga kebersihan.
"Kita kan punya aplikasi All Indonesia yang di dalamnya terdapat deklarasi kesehatan. Deklarasi ini sebagai salah satu early warning atau mapping risiko terhadap penumpang pesawat yang akan mendarat di Soekarno-Hatta dan juga bandara internasional yang lain. Kalau misalnya ada penumpang yang ada menunjukkan tanda dan gejala, maka kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta Naning Nugrahini saat dihubungi detikTravel, Rabu (28/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengandalkan All Indonesia, BBKK Soetta juga meningkatan pemantauan melalui thermal scanner. Penumpang yang datang dari negara terjangkit virus nantinya akan dipantau juga dengan observasi visual.
Naning juga mengimbau traveler untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan. Kepada tim di lapangan pun, dia mengingatkan untuk selalu praktek bersih serta memakai masker dan sarung tagan.
"Kalau tim atau penumpang yang mengalami gejala segera berobat ke dokter atau informasikan kepada kami, datang ke kami. Kemudian, kalau makan buah jangan lupa dicuci sampai bersih, kemudian kulitnya dikupas," kata Naning.
Lebih lanjut, Naning menambahkan bahwa BBKK Soetta selalu siap menghadapa kondisi apapun, termasuk terkait virus Nipah. Koordinasi antar lembaga hingga maskapai juga telah mereka lakukan.
"Yang jelas kami siap. Kemarin saya sudah komunikasi dengan karantina hewan dan mengingatkan untuk waspada terhadap impor binatang-binatang dari negara-negara saat ini yang sedang mengalami peningkatan kasus virus Nipah," kata Naning.
"Kepada maskapai kita berkali-kali juga menghimbau bagaimana caranya agar orang yang mau datang ke Indonesia itu mengisi di deklarasi kesehatan pada saat di country origin, jadi kalau ada risiko itu dari awal sebelum mereka turun kita sudah prepare. Tapi kalau mengisinya itu di Indonesia sudah sampai turun di Soetta kan kita sulit ya," tambahnya.
"Kalau misalnya di dalam pesawatnya itu ada orang yang menunjukkan tanda gejala sakit itu tolong di observasi dan juga tentunya diberikan perhatian khusus. Nanti pada saat turun itu diinformasikan kepada kami," papar Naning.
Baca juga: Sejumlah Bandara di Asia Siaga Virus Nipah! |










































