Musim dingin yang ekstrem saat ini bukan hanya terjadi di belahan Eropa dan Amerika Serikat saja, badai salju juga melanda Jepang dalam sepekan terakhir menelan korban jiwa.
Musim dingin atau kala salju turun di wilayah Jepang merupakan waktu terbaik lainnya yang pas untuk pengalaman berbeda menikmati Jepang selain saat akhir tahun dan musim sakura. Tetapi beda halnya dengan musim dingin kali ini, di mana salju yang turun menimbulkan dampak yang negatif hingga memakan korban jiwa.
Kementerian Dalam Negeri Jepang melaporkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia akibat kecelakaan dan gangguan kesehatan yang berkaitan langsung dengan salju dan suhu dingin. Dikutip dari NHK, Rabu (28/1/2026) dari jumlah tersebut, enam korban tercatat berasal dari Prefektur Niigata yang berada di pesisir Laut Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah daerah setempat menyebutkan empat orang meninggal akibat masalah kesehatan saat membersihkan salju atau melakukan aktivitas di tengah cuaca ekstrem. Sementara dua korban lainnya tewas setelah terjatuh dari atap rumah ketika berupaya menyingkirkan timbunan salju.
Pejabat meteorologi menyatakan bahwa curah salju di sebagian besar wilayah Jepang kini telah mencapai titik puncak dan fase cuaca terburuk diperkirakan telah berlalu. Kendati begitu, akumulasi salju yang terbentuk sudah melampaui rata-rata tahunan, termasuk di sejumlah daerah yang kini tidak lagi diguyur salju.
Di Sapporo, Prefektur Hokkaido, salju yang turun telah melampaui satu meter, menjadi yang tertinggi sejak 2022. Kondisi lebih ekstrem terjadi di Sukayu, kawasan Pegunungan Hakkoda, Prefektur Aomori, dengan timbunan salju mencapai sekitar 4,5 meter.
Sementara itu, Kota Uonuma di Prefektur Niigata tertutup salju setinggi hampir 2,5 meter. Badan cuaca Jepang memperingatkan bahwa sistem tekanan rendah berpotensi kembali memperburuk kondisi salju dan angin di wilayah Hokkaido hingga Hokuriku pada Selasa.
Beberapa area di kawasan Hokuriku dan Chugoku bahkan diperkirakan akan diguyur hujan. Salju lebat juga diprediksi kembali turun di sepanjang pesisir Laut Jepang, dari wilayah utara hingga barat Jepang, pada Kamis dan Jumat mendatang.
Fenomena itu dipicu oleh pergerakan massa udara dingin yang kuat ke arah selatan. Dengan suhu yang mulai menghangat dan hujan yang turun di sejumlah daerah, warga yang tinggal di wilayah dengan akumulasi salju tinggi diminta tetap waspada.
Risiko longsor salju, runtuhan salju dari atap rumah, serta kecelakaan saat membersihkan salju menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi oleh warga dan juga wisatawan yang berada di sana atau akan bepergian ke wilayah terdampak.
(upd/wsw)












































Komentar Terbanyak
Bisa-bisanya Predator Seks Pati Ngaku Lagi Jalani Ritual di Makam Raden Gunungsari
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal
Pendakian Berujung Maut di Gunung Dukono, Polisi Soroti Dugaan Kelalaian Guide