Maskapai penerbangan IndiGo memperpanjang pembatalan sejumlah penerbangan internasional karena situasi keamanan di sekitar wilayah Iran. Penerbangan IndiGo yang seharusnya melewati ruang udara Iran dibatalkan sampai awal Februari 2026.
Setidaknya sebanyak 11 penerbangan dibatalkan. Maskapai itu memperpanjang pembatalan untuk rute ke Tbilisi (Georgia), Almaty (Kazakhstan), Baku (Azerbaijan), dan Tashkent (Uzbekistan) hingga 11 Februari 2026
Mengutip Gulf News, Kamis (29/1/2026) informasi tersebut disampaikan IndiGo melalui unggahan resmi di platform X Rabu. Maskapai juga mengingatkan bahwa beberapa penerbangan lain berpotensi mengalami waktu tempuh lebih lama atau pembatalan tambahan akibat kondisi yang terus berkembang di kawasan tersebut, meski hingga kini belum dilaporkan gangguan operasional lanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penumpang pun diimbau untuk selalu memeriksa status penerbangan sebelum berangkat dan menyiapkan alternatif perjalanan guna menghindari ketidaknyamanan. Gangguan itu merupakan bagian dari dampak yang lebih luas terhadap penerbangan global.
Meningkatnya ketegangan geopolitik di dalam dan sekitar Iran memaksa banyak maskapai internasional mengubah rute, menunda, hingga membatalkan penerbangan yang biasanya melintasi wilayah udara Iran. Padahal, jalur ini merupakan koridor penting yang menghubungkan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara.
Demi alasan keselamatan, otoritas penerbangan dan maskapai memilih menghindari wilayah udara Iran serta negara-negara sekitarnya sebagai langkah pencegahan.
Sejumlah maskapai besar dunia turut terdampak. Air France, KLM, dan Lufthansa dilaporkan menangguhkan atau mengurangi layanan penerbangan ke Israel dan beberapa wilayah Teluk selama akhir pekan, dengan alasan kekhawatiran keamanan.
Air France sempat menghentikan sementara penerbangan ke Dubai, tetapi kembali melayani rute tersebut pada Sabtu setelah situasi dievaluasi.
Sementara itu, maskapai Belanda KLM menghentikan penerbangan ke beberapa kota di Timur Tengah hingga waktu yang belum ditentukan dan memutuskan untuk menghindari wilayah udara Irak dan Iran.
Lufthansa Group juga mengambil langkah serupa dengan membatasi operasional di sejumlah rute hanya pada penerbangan siang hari, sembari tetap menjauhi wilayah udara Iran. Dampak ketegangan ini turut dirasakan maskapai lain. United Airlines dan Air Canada membatalkan penerbangan menuju Tel Aviv, seiring peringatan potensi ancaman rudal dan pesawat tanpa awak terhadap penerbangan sipil di kawasan tersebut.
Pekan lalu, Iran bahkan sempat menutup wilayah udaranya selama beberapa jam. Penutupan sementara ini berdampak luas pada jadwal penerbangan dunia dan menjadi gambaran nyata bagaimana konflik geopolitik kini semakin memengaruhi perjalanan udara global.










































