Curhat Pedagang di Situ Tipar, Depok: Destinasi Oke, tapi Pengunjung Sedikit

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Curhat Pedagang di Situ Tipar, Depok: Destinasi Oke, tapi Pengunjung Sedikit

Hans Wilhem - detikTravel
Kamis, 29 Jan 2026 14:22 WIB
Curhat Pedagang di Situ Tipar, Depok: Destinasi Oke, tapi Pengunjung Sedikit
Situ Tipar, Cimanggis, Depok (Hans Wilhem/detikcom)
Depok -

Situ Tipar di kawasan Mekarsari, Cimanggis, Depok, Jawa Barat memiliki lingkungan yang tenang dan alami. Namun, di balik ketenangan itu para pedagang di sekitar danau mengeluhkan penurunan jumlah pengunjung yang berdampak kurang sip pada penghasilan mereka.

Situ Tipar memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata lokal di Depok. Airnya bersih dan lingkungannya masih alami. Sayangnya, suasana di lokasi itu cenderung sepi, terutama pada hari kerja.

Indra, seorang pedagang Cilor, yang telah berjualan di tepi Situ Tipar selama hampir tujuh tahun, menyatakan bahwa aktivitas ekonomi di sana cenderung stagnan dan bergantung sepenuhnya pada warga lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ramai mah Sabtu-Minggu doang. Kalau (hari biasa) kayak gini mah sepi," ujar Indra saat ditemui detikTravel di lokasi, Rabu (28/1/2026).

Selama berjualan, Indra mengaku tidak merasakan lonjakan omzet yang berarti. Pengunjung yang datang pun mayoritas hanya warga sekitar Cimanggis, bukan wisatawan dari luar daerah seperti Jakarta atau Bogor yang sengaja datang untuk berwisata.

ADVERTISEMENT

"Rata-rata orang sini (yang jajan). Perubahan dari segi omzet sama saja, tujuh tahun jualan ya begini-begini saja," kata dia.

Senada dengan Indra, Ida Rianti (47), seorang pedagang es yang tinggal di kawasan Bulak Ringin, juga merasakan hal serupa. Sudah empat tahun berjualan di lokasi tersebut, Ida justru merasa pendapatannya kian hari kian menurun.

"Kalau makin ke sininya kayak makin hancur, makin ini deh pendapatan makin dikit, makin menurun. Di sini mah kebanyakan ini aja, singgah aja. Jadi kalau orang mau ke sana, dia mampir ke sini. Misalkan orang dari sana mau ke Priok, mau ke mana, mampir dulu gitu. Jadinya nggak punya pelanggan tetap, jadi yang lewat-lewat aja," ujar Ida.

Ida membandingkan kondisi Situ Tipar dengan "tetangganya", Situ Pedongkelan, yang menurutnya jauh lebih hidup dan tertata sebagai tempat wisata. Ia berharap pemerintah setempat bisa menyulap Situ Tipar menjadi tempat hiburan rakyat yang lebih memadai agar menarik minat pengunjung

"Ya kayaknya mendingan dijadiin tempat hiburan kali ya, biar agak ramai. Ini kan punya pemerintah, jadi nggak boleh diapapain. Sarannya ya tempat hiburan. Kayak contoh itu yang di Situ Pedongkelan. Kan ada bebek-bebekan, terus kan ada organ juga. Sabtu-Minggu kan ada organ tunggalnya juga dia, ada musiknya, jadi ramai kalau di sana," kata Ida.

Menurutnya, fasilitas hiburan seperti wahana air dan panggung musik sederhana bisa menjadi magnet bagi wisatawan. Saat ini, aktivitas di Situ Tipar memang sangat terbatas. "Kalau di sini kan nggak (ada hiburan), paling warga mancing saja," dia menambahkan.

Meski demikian, ada satu hal positif yang disyukuri Ida dari sepinya pengunjung, kebersihan danau yang terjaga.

"Situ-nya bagus sih, bersih. Karena nggak ramai, jadinya masih bersih," kata dia.

Bagi traveler yang mencari ketenangan untuk sekadar duduk santai tanpa gangguan keramaian, Situ yang berbatasan Depok-Jakarta Timur ini, mungkin bisa jadi pilihan terutama memancing. Namun bagi para pedagang kecil di sana, keramaian adalah harapan yang dinanti demi dapur tetap ngebul.




(fem/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads