Cuplikan video penguin "Jalan Kematian" kembali viral di X. Fenomena itu mengungkap fakta menarik tentang kehidupan sosial penguin yang dikenal hidup berkoloni.
Dalam sebuah postingan akun X kembali membahas Penguin 'Jalan Kematian' dari Film Dokumenter 'Encounters at the End of the World' karya Werner Herzog, sutradara perfilman kondang dari Jerman. Film itu bukan film baru, tetapi sudah direkam pada 2007. oleh Werner Herzog.
Cuplikan tersebut menampilkan seekor penguin yang berjalan menjauhi koloninya. Dia menuju laut dan berbalik menuju kawasan dataran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar peneliti penguin, David Ainley, dilansir dari Bhaskar English, Kamis (29/1/2026), mengatakan bahwa fenomena itu disebut-sebut sebagai 'Jalan Kematian' atau 'Jalan Maut' atau berjalan menuju kematiannya sendiri.
Ainley menjelaskan bahwa meski penguin tersebut ditangkap dan dibawa kembali ke koloninya, kemungkinan besar ia akan pergi lagi dan mengambil rute menyendiri lain. Kondisi itu dikenal sebagai penguin nihilist atau kondisi penguin tersebut menganggap hidupnya tidak bermakna dan ingin mati.
Cuplikan penguin meninggalkan koloninya itu kembali ramai diperbincangkan di media sosial X. Klip tersebut digunakan sebagai meme yang mewakili perasaan manusia.
Kelompok penguin kaisar di Ekstrom Ice Shelf, Antarktika (National Geographic/Bertie Gregory/Handout via REUTERS) |
Video tersebut secara sempurna menggambarkan perasaan manusia yang terjebak dalam lingkungan yang membosankan dan beracun, terperangkap dalam pekerjaan, persahabatan palsu, dan rutinitas yang perlahan-lahan membunuh jiwa.
Viralnya video tersebut membuat cuplikan film dokumenter ini kembali ramai dibahas. Penguin sendiri dikenal sebagai hewan yang hidup dengan koloninya. Apa saja fakta-fakta menarik lain dari penguin?
Fakta Menarik Penguin
Merangkum informasi dari situs City of Albuquerque, Kamis (29/1), berikut delapan fakta menarik penguin yang belum banyak diketahui:
1. Hidup Berkoloni
Penguin dikenal sebagai hewan sosial yang hampir seluruh aspek hidupnya bergantung pada koloni. Dalam satu koloni, penguin bisa berjumlah ratusan hingga ratusan ribu individu, tergantung pada spesies dan lokasi.
Hidup berkelompok ini merupakan strategi bertahan hidup untuk melindungi diri dari serangan predator, mempermudah proses berkembang biak, dan menjaga tubuh penguin tetap hangat saat berada di suhu ekstrem.
Koloni juga menjadi lingkungan belajar alami bagi penguin, dalam koloni penguin bisa mengetahui rute aman menuju laut, waktu tepat untuk berburu, dan cara mengenai ancaman yang datang dari luar.
Oleh karena itu, penguin dalam cuplikan Film Dokumenter 'Encounters at the End of the World' disebut-sebut sebagai Penguin 'Jalan Maut' karena penguin itu justru berjalan sendirian dan dimaknai melawan kenyamanan yang dimiliki di dalam koloni.
2. Terbang di Bawah Air
Meskipun penguin tidak bisa terbang di udara seperti burung lain, struktur tulang dan tubuh mereka berevolusi untuk "terbang" di bawah air. Adaptasi ini membuat penguin menjadi perenang yang sangat cepat dan lincah.
3. Kamuflase melalui Tuxedo
Penampilan hitam-putih (tuxedo) penguin bukan sekadar gaya unik, hal ini merupakan bentuk kamuflase alami yang disebut countershading. Warna hitam di punggung membantu mereka menyatu dengan laut yang gelap dari atas, sedangkan perut putih membuat mereka sulit dilihat dari bawah oleh predator atau mangsa.
4. Memiliki Kelenjar Untuk Menghangatkan Tubuh
Selain bulu yang tebal, penguin memiliki kelenjar minyak dekat pangkal ekor yang menghasilkan lapisan minyak tahan air. Mereka mengoleskan minyak ini ke bulu setiap hari untuk menjaga tubuh tetap kering dan hangat.
5. Hidup di Berbagai Habitat
Meski banyak yang mengira penguin hanya hidup di Antartika, kenyataannya mereka tersebar di banyak wilayah, termasuk Galapagos, Afrika Selatan, Selandia Baru, Australia, serta pesisir Chili dan Peru.
6. Kaki Penguin Bisa Berjalan Jarak Jauh
Kaki dan cakar penguin dirancang kuat sehingga mampu berjalan jarak jauh di atas es atau daratan untuk mencapai tempat berkembang biak. Beberapa spesies bahkan menempuh puluhan kilometer dalam satu perjalanan.
7. Hewan Paling Ramping di Dunia
Tubuh penguin sangat ramping dan aerodinamis, menjadikannya salah satu hewan paling efisien untuk bergerak di air. Bentuknya yang menyerupai torpedo memungkinkan mereka menyelam cepat untuk mengejar mangsa serta menghindari predator.
8. Menggoda Lawan Jenis dengan Memberi Batu
Dalam ritual kawin, banyak penguin jantan membawa batu sebagai hadiah untuk betina. Batu itu digunakan betina untuk membangun sarang, sehingga pemberian batu bisa dikatakan sebagai bagian penting dari proses reproduksi penguin.











































