Virus Nipah Belum Berefek ke Wisata Thailand, Turis India Malah Makin Ramai

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Virus Nipah Belum Berefek ke Wisata Thailand, Turis India Malah Makin Ramai

Syanti Mustika - detikTravel
Kamis, 29 Jan 2026 17:07 WIB
Virus Nipah Belum Berefek ke Wisata Thailand, Turis India Malah Makin Ramai
Ilustrasi pemandangan Kota Bangkok, Thailand (: Getty Images/iStockphoto/tawanlubfah)
Bangkok -

Thailand salah satu negara yang siaga menyikapi penyebaran virus Nipah ke negaranya. Sejauh ini belum ada kasus yang dilaporkan di sana.

Thapanee Kiatphaibool, Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), mengatakan pada hari Rabu (28/1/2026) bahwa TAT memantau dengan cermat laporan infeksi virus Nipah (NiV) di Benggala Barat, India, dan langkah-langkah penahanan yang diterapkan oleh otoritas India. Dan dia menyebutkan belum ada efek berarti bagi pariwisata Thailand.

Namun, dia mengatakan dampak psikologis tentu saja dirasakan wisatawan setelah pemberitaan masif terkait virus Nipah ini. Dikutip dari The Nation, Jumat (29/1/2026) Thailand juga telah meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara utama untuk kedatangan dari daerah berisiko, termasuk Bandara Suvarnabhumi, Bandara Internasional Don Mueang, dan Bandara Internasional Phuket.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada penurunan turis asing, tapi bukan karena virus

Penilaian TAT menunjukkan bahwa belum ada dampak signifikan pada gambaran pariwisata masuk Thailand secara keseluruhan sejauh ini, meskipun beberapa pasar mungkin bereaksi dengan hati-hati karena meningkatnya kekhawatiran kesehatan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan statistik kedatangan harian dari Biro Imigrasi (sistem TATIC) per 26 Januari, jumlah kumulatif kedatangan warga asing dari 1-25 Januari mencapai sekitar 2,62 juta, rata-rata penurunan sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. TAT menekankan bahwa kontraksi ini bukan disebabkan oleh kekhawatiran virus Nipah.

Namun hal lainlah yang mendorong penurunan ini. Seperti ketegangan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja dan situasi banjir akhir tahun 2025 di distrik Hat Yai, Songkhla, yang secara langsung memengaruhi pasar Malaysia yang sebagian besar memasuki Thailand melalui perbatasan darat.

Beberapa area wisata di Hat Yai juga masih dalam tahap pemulihan dan belum sepenuhnya kembali beroperasi normal.

Turis India terus bertumbuh

Dari tanggal 1-25 Januari, total kedatangan kumulatif dari India mencapai lebih dari 189.000, meningkat 20% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Selama tanggal 20-26 Januari, periode ketika wabah tersebut mendapat perhatian media yang besar, kedatangan dari India dilaporkan masih meningkat rata-rata sekitar 35% dari tahun ke tahun.

TAT menambahkan bahwa indikator perjalanan udara tetap positif, terutama di tiga gerbang utama yang menerima pengunjung dari India. Pertumbuhan yang dilaporkan sebagai berikut:

  • Bandara Internasional Phuket: +51%
  • Bandara Suvarnabhumi: +33%
  • Bandara Internasional Don Mueang: +15%

Untuk keseluruhan bulan Januari 2026, TAT memproyeksikan kedatangan dari India sekitar 200.000, meningkat sekitar 8% dari tahun ke tahun.

TAT tak menapik, bahwa pemberitaan global terkait virus Nipah bisa mempengaruhi kepercayaan di pasar yang lebih sensitif terhadap risiko, seperti China, Taiwan, Hong Kong, dan Jepang, yang mungkin menunda keputusan perjalanan selama 1-2 minggu ke depan sambil memantau perkembangan. TAT yakin bahwa langkah-langkah penahanan yang cepat di sumbernya, bersama dengan pemeriksaan bandara Thailand untuk turis yang datang dari daerah yang terdampak, akan membantu membatasi dampak potensial dan memperkuat kepercayaan akan keselamatan.



(sym/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads