Antisipasi Penyebaran Virus Nipah, Bandara Komodo Pasang 2 Thermal Scanner

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Antisipasi Penyebaran Virus Nipah, Bandara Komodo Pasang 2 Thermal Scanner

Ambrosius Ardin - detikTravel
Jumat, 30 Jan 2026 11:11 WIB
Antisipasi Penyebaran Virus Nipah, Bandara Komodo Pasang 2 Thermal Scanner
Thermal scanner terpasang di Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (Dok. Loka Karantina Kesehatan Labuan Bajo)
Labuan Bajo -

Dua thermal scanner dipasang di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Nipah dan influenza A (H3N2) subclade K atau super flu.

Thermal scanner itu digunakan untuk memeriksa suhu tubuh penerbangan langsung dari luar negeri.

"Ada sekarang thermal scanner (di Bandara Internasional Komodo), aktif terus. Ada dua tapi yang diaktifkan satu saja di jalur kedatangan internasional," kata Kepala Loka Karantina Kesehatan Labuan Bajo Bernadinus Darma, Kamis (29/1/2026), dikutip dari detikBali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bandara Internasional Komodo memang melayani dua penerbangan langsung, yaitu Malaysia-Labuan Bajo dan Singapura-Labuan Bajo. Thermal scanner mulai diaktifkan semenjak merebak super flu di luar negeri.

ADVERTISEMENT

"Pengaktifan thermal scanner sejak awal merebak kasus di negara tetangga, kemudian Menkes RI melalui Dirjen mengeluarkan edaran kewaspadaan," ujar Bernadinus.

Dia mengatakan suhu tubuh setiap penumpang penerbangan internasional akan diperiksa dengan thermal scanner begitu tiba di Bandara Komodo. Pemanfaatan suhu tubuh dilakukan sebelum penumpang menjalani pemeriksaan keimigrasian.

Semua penumpang juga wajib isi informasi riwayat perjalanan, kondisi kesehatan terakhir dan gejala demam di aplikasi All Indonesia.

"Setiba di bandara kedatangan dilakukan pemantauan suhu tubuh dan pengamatan gejala fisik oleh petugas Karantina Kesehatan. Kalau sudah oke baru lanjut ke counter imigrasi," kata Bernadinus.

"Kalau ada yang ditemukan gejala akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter di ruangan wawancara. Kalau dokter rekomendasi lanjut maka lanjut. Kalau dokter rekom rujuk maka rujuk ke RS rujukan," lanjut dia.

Sejauh ini, kata Bernadinus belum ada kasus super flu atau virus Nipah yang terdeteksi di Bandara Internasional Komodo.

"Untuk pemantauan (super flu dan virus Nipah) hampir sama karena gejala juga demam tinggi," ujar Bernadinus.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads